Prabowo Tegaskan Demokrasi Sistem Terbaik Meski Penuh Risiko: Kita Harus Menjaganya
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menyebut demokrasi sebagai sistem terbaik yang pernah ada, meski mengakui adanya tantangan dan upaya pembajakan proses.
- Pernyataan itu disampaikan dalam jamuan makan malam bersama PM India Narendra Modi, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan terhadap demokrasi.
- Kunjungan Modi ke Indonesia juga menjadi momentum memperkuat kerja sama bilateral, termasuk pelestarian warisan budaya di Candi Prambanan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa demokrasi, meskipun kerap dihadapkan pada berbagai tantangan dan dinamika, tetap merupakan sistem pemerintahan terbaik yang pernah ada dalam peradaban manusia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato sambutan pada jamuan makan malam bersama Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta, Selasa (7/7) malam.
Menurut Prabowo, demokrasi menjadi pilihan paling ideal untuk mewujudkan keadilan, harapan, dan pemerintahan yang inklusif. Namun, ia juga mengakui bahwa dalam praktiknya, sistem ini tidak luput dari risiko. Selalu ada tantangan, jebakan, hingga pihak-pihak yang berupaya membajak proses demokrasi demi kepentingan tertentu. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga kepercayaan terhadap demokrasi dan memastikan prosesnya berjalan sesuai prinsip yang benar.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyatakan kegembiraannya dapat bertemu dengan anggota muda Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menilai pengalaman dan pembelajaran dari penyelenggara pemilu, baik di Indonesia maupun negara lain, menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. "Kami juga belajar sangat dekat dari Komisi Pemilihan Umum India," ujarnya.
Sebelum jamuan makan malam, Presiden Prabowo mendampingi PM Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan ke Gedung DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta sejumlah wakil ketua DPR. Modi menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin Indonesia dan tamu undangan.
Kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik dan memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan, hingga kebudayaan. Setelah agenda di Jakarta, Modi dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta bersama Presiden Prabowo. Mereka akan mengunjungi Candi Prambanan untuk meninjau sekaligus meresmikan kerja sama pelestarian warisan budaya dan program pemugaran candi, yang menjadi simbol penguatan kerja sama kebudayaan kedua negara.
Pernyataan Prabowo tentang demokrasi ini menarik perhatian di tengah dinamika politik domestik yang kerap diwarnai perdebatan mengenai efektivitas sistem demokrasi di Indonesia. Di satu sisi, demokrasi dianggap telah memberikan ruang partisipasi yang luas, namun di sisi lain masih dihadapkan pada praktik politik transaksional dan polarisasi. Dengan ajakan untuk terus menjaga demokrasi, Prabowo seolah ingin menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap prinsip-prinsip demokrasi, meskipun ia sendiri pernah dikritik karena latar belakang militernya.
Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan demokrasi tidak hanya menjadi prosedur, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Apakah ajakan Prabowo ini akan diikuti dengan langkah konkret memperkuat lembaga demokrasi, atau hanya sekadar retorika diplomatik?



