Pencarian Pesawat Kargo Hilang di Lepas Pantai Karachi: Lima Awak Dinyatakan Hilang
Baca dalam 60 detik
- Sebuah Boeing 737 kargo milik K2 Airways dilaporkan hilang kontak saat mendekati Karachi, Pakistan, dengan lima awak di dalamnya.
- Pesawat sempat melaporkan masalah sistem navigasi sebelum menukik tajam dan menghilang dari radar pada Selasa malam.
- Operasi pencarian melibatkan angkatan laut dan udara Pakistan, mengingat wilayah tersebut merupakan jalur penerbangan sibuk yang juga dilalui maskapai Indonesia.

Otoritas penerbangan Pakistan masih melakukan pencarian terhadap sebuah pesawat kargo Boeing 737 yang membawa lima awak dan hilang kontak di lepas pantai Karachi, kota pelabuhan utama di selatan negara tersebut. Pesawat yang dioperasikan oleh K2 Airways itu dilaporkan mengalami penurunan ketinggian drastis sebelum akhirnya lenyap dari radar pengawas lalu lintas udara pada Selasa malam waktu setempat.
Menurut pernyataan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (PCAA), pesawat tersebut lepas landas dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dan dijadwalkan mendarat di Karachi. Namun, pada pukul 21.21 waktu setempat, pesawat tiba-tiba menukik tajam dan putus komunikasi dengan menara kontrol. Beberapa menit sebelumnya, pilot sempat melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi.
Pesawat yang diproduksi Boeing itu merupakan armada kargo milik K2 Airways, maskapai kargo swasta yang berbasis di Karachi dan baru berdiri pada 2018. Dalam keterangan resmi, manajemen K2 Airways mengidentifikasi kelima awak yang berada di dalam pesawat dan menyatakan bekerja sama penuh dengan PCAA serta instansi terkait. โKami terus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan rekan-rekan kami,โ demikian bunyi pernyataan maskapai.
Data awal dari Flightradar24, platform pelacak penerbangan, menunjukkan adanya fluktuasi ketinggian yang tajam sebelum pesawat mengalami penurunan drastis. Pola ini mengindikasikan kemungkinan kegagalan teknis atau situasi darurat di dalam kabin. Berbagai instansi, termasuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara Pakistan, telah dikerahkan untuk mencari pesawat yang hilang di perairan Laut Arab.
Insiden ini mengingatkan pada kecelakaan penerbangan domestik Pakistan pada 2020, ketika pesawat Pakistan International Airlines jatuh saat mendekati bandara Karachi dan menewaskan 97 dari 99 penumpang. Meski kali ini adalah pesawat kargo, kekhawatiran akan keselamatan penerbangan di kawasan tersebut kembali mencuat.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan keselamatan penerbangan kargo, mengingat banyak maskapai kargo Indonesia yang melayani rute internasional serupa. Jalur penerbangan dari Timur Tengah ke Asia Selatan merupakan salah satu yang tersibuk, dan setiap gangguan teknis berpotensi menimbulkan risiko besar. Otoritas penerbangan Indonesia diharapkan dapat memperketat inspeksi terhadap armada kargo yang beroperasi di rute serupa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi mengenai nasib pesawat maupun kelima awaknya. Operasi pencarian masih berlangsung dan diperkirakan akan meluas seiring waktu. Pertanyaan besar yang menggantung: apakah kegagalan navigasi menjadi penyebab tunggal, atau ada faktor lain yang memperparah situasi? Dunia penerbangan menanti jawaban dari kotak hitam yang belum ditemukan.



