Pesantren Tambakberas Jombang Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026
Baca dalam 60 detik
- PBNU memutuskan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, sebagai lokasi Muktamar NU ke-35 pada 27-30 Agustus 2026.
- Keputusan diambil dalam rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Ahyar.
- Selain lokasi, PBNU juga menyepakati kebijakan khusus untuk PWNU dan PCNU di Papua serta mengimbau kader waspada hoaks.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur, sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang akan digelar pada 27 hingga 30 Agustus 2026. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar dalam rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Jakarta, Selasa (7/7) malam.
Pemilihan Tambakberas bukan tanpa pertimbangan. Pesantren yang didirikan oleh KH Muhammad Hasyim Asy'ari ini memiliki nilai historis kuat bagi NU, sekaligus menjadi simbol penguatan peran pesantren dalam struktur organisasi. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa rapat tidak hanya memutuskan lokasi, tetapi juga memastikan waktu pelaksanaan. "Selain menetapkan lokasi muktamar, rapat juga memutuskan pelaksanaan muktamar digelar pada 27 sampai 30 Agustus 2026," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Muktamar kali ini menjadi ajang strategis bagi NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia, untuk merumuskan arah kebijakan lima tahun ke depan. Agenda utama meliputi pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, evaluasi program, serta penetapan rekomendasi keumatan. Dengan jumlah pengurus yang tersebar di seluruh provinsi, persiapan logistik dan akomodasi di Jombang menjadi perhatian serius.
Dalam rapat yang sama, PBNU juga menyepakati kebijakan khusus bagi Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) di Tanah Papua. Langkah ini dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi geografis dan kebutuhan organisasi di wilayah timur Indonesia. Gus Ipul menjelaskan, kebijakan tersebut mencakup dukungan operasional dan afirmasi agar partisipasi Papua dalam muktamar berjalan optimal. "Ini adalah wujud kepedulian PBNU terhadap saudara-saudara kita di Papua," katanya.
Usai penetapan lokasi dan waktu, Gus Ipul menginstruksikan seluruh jajaran NU di tingkat wilayah dan cabang untuk memfokuskan diri pada persiapan muktamar. Ia juga mengingatkan agar kader tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial. "Jangan mudah terbawa berita hoaks. Yang di media sosial itu tidak semuanya benar. Bahkan ada yang fitnah," tegas Menteri Sosial RI tersebut. Imbauan ini relevan mengingat dinamika politik menjelang muktamar kerap diwarnai isu dan disinformasi.
Rapat gabungan dihadiri oleh jajaran pengurus inti PBNU, termasuk Rais Aam, dua Wakil Rais Aam, Ketua Umum PBNU, Sekjen, Katib Aam, Bendahara Umum, serta sejumlah pengurus lainnya. Kehadiran lengkap ini menunjukkan keseriusan PBNU dalam mematangkan persiapan muktamar. Dengan waktu tersisa sekitar satu tahun, tantangan terbesar adalah memastikan koordinasi antara panitia pusat dan daerah berjalan lancar, terutama dalam hal akomodasi dan transportasi bagi ribuan peserta.
Ke depan, publik akan mengamati bagaimana PBNU mengelola proses demokrasi internal yang sehat dan transparan. Apakah muktamar di Tambakberas mampu menghasilkan kepemimpinan yang solid dan program yang responsif terhadap tantangan umat? Jawabannya akan terlihat pada Agustus 2026.



