BTS 'Bawa Keberuntungan' Timnas Inggris di Konser Perdana London Setelah Tujuh Tahun
Baca dalam 60 detik
- BTS menggelar konser pertama di Inggris sejak 2019 di Tottenham Hotspur Stadium, disaksikan 65.000 penggemar.
- Leader RM bercanda mengklaim kemenangan Inggris atas Meksiko di Piala Dunia 2026 berkat 'keberuntungan' yang dibawa grupnya.
- Tur dunia 'Arirang' diprediksi meraup pendapatan setara Eras Tour Taylor Swift, dengan 88 pertunjukan di 23 negara.

BTS secara jenaka mengklaim telah membawa keberuntungan bagi kemenangan timnas Inggris atas Meksiko dalam laga Piala Dunia 2026, saat mereka menggelar konser perdana di London setelah absen tujuh tahun. Grup K-pop asal Korea Selatan itu tampil di Tottenham Hotspur Stadium pada Senin dini hari WIB, tak lama setelah Inggris menang 3-2.
"Selamat atas kemenangan tadi malam," ujar leader RM di atas panggung. "Kami selalu membawa keberuntungan ke mana pun kami bermain. Saat di Belgia, Belgia menang. Sekarang di London, Inggris menang. Lihat kan?" candanya. Pernyataan itu disambut sorak ribuan ARMY—sebutan untuk penggemar BTS—yang memadati stadion.
Konser ini menjadi penampilan pertama BTS di Inggris sejak 2019, saat mereka menjadi artis Korea Selatan pertama yang menjadi headline di Wembley Stadium. Rencana tur dunia 'Map of the Soul' pada 2020 batal akibat pandemi Covid-19, dan dilanjutkan dengan wajib militer seluruh anggota yang membuat grup vakum selama tiga tahun. "Ada Covid, ada militer, dan sekarang kami di sini bersama di 2026," kata RM, disambut haru penggemar.
Kembalinya BTS ke panggung global sempat diragukan. Selama masa hiatus, ketujuh anggota merilis materi solo dengan tingkat kesuksesan beragam. Sebuah dokumenter Netflix bahkan merekam kegelisahan RM saat memulai sesi rekaman album baru. "Saya tidak punya gambaran seperti apa album ini seharusnya," ujarnya. Namun, album 'Arirang'—yang terinspirasi lagu rakyat Korea—akhirnya lahir dan langsung menjadi fenomena. Single 'Swim' yang lembut dan catchy berhasil memikat pendengar global.
Pertunjukan di London mengusung elemen budaya Korea yang kuat. Sebelum BTS naik panggung, lonceng suci Raja Seongdeck yang berusia 1.200 tahun dibunyikan. Panggung 360 derajat dengan empat catwalk terinspirasi dari Paviliun Gyeonghoeru di Istana Gyeongbokgung, Seoul. Lantai panggung pun menampilkan elemen visual bendera Korea Selatan. Konser ini lebih fokus pada album 'Arirang' yang kembali ke akar hip-hop BTS, dengan koreografi yang sengaja dikurangi untuk memberi ruang interaksi personal dengan penggemar.
Bagi penggemar Indonesia, konser ini menjadi pengingat akan besarnya pengaruh BTS di Asia Tenggara. Meski belum ada jadwal konser di Indonesia, antusiasme ARMY Tanah Air tetap tinggi. BTS telah beberapa kali menyapa penggemar Indonesia melalui siaran langsung dan perilisan konten eksklusif. Menurut pengamat musik, kedekatan emosional BTS dengan penggemar melampaui batas bahasa dan budaya, menjadikan mereka ikon global yang unik.
Penampilan ditutup dengan lagu 'Into The Sun' yang penuh optimisme, seolah menjadi janji bahwa BTS tak akan lama lagi meninggalkan panggung. Pertanyaannya, mampukah BTS mempertahankan momentum ini di tengah persaingan industri K-pop yang semakin ketat? Atau justru tur 'Arirang' akan menjadi puncak baru dalam karier mereka?



