Gattuso Mulai Gerak: Lazio Incar Dua Bek Baru Gantikan Gila dan Romagnoli
Baca dalam 60 detik
- Lazio kehilangan dua bek tengah andalan di bursa transfer musim panas ini, memaksa Gennaro Gattuso bergerak cepat mencari pengganti.
- Sergi Dominguez dari Dinamo Zagreb menjadi target utama dengan harga miring, sementara Diego Coppola dari Brighton bisa didapatkan dengan skema pinjaman.
- Krisis bek Lazio mengingatkan pada situasi klub-klub Indonesia yang kerap kehilangan pemain inti di tengah musim tanpa rencana cadangan matang.

Krisis bek tengah melanda Lazio di awal era kepelatihan Gennaro Gattuso. Klub ibu kota Italia itu harus rela kehilangan dua pilar pertahanan sekaligus: Mario Gila yang nyaris bergabung ke Milan, dan Alessio Romagnoli yang dikabarkan hijrah ke Al-Sadd. Situasi ini memaksa manajemen Lazio berburu pengganti di bursa transfer musim panas, dengan dua nama mencuat sebagai kandidat utama.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Lazio tidak punya banyak waktu untuk berbenah. Gila, bek asal Spanyol berusia 24 tahun, sudah satu kaki di San Siro setelah performa impresifnya musim lalu. Sementara Romagnoli, yang sempat menjadi kapten, memilih petualangan baru di Liga Qatar. Kepergian mereka membuat lini belakang Lazio nyaris telanjang, hanya menyisakan Patric, Samuel Gigot, dan pemain muda Oliver Provstgaard.
Provstgaard, yang musim lalu lebih banyak menjadi pelapis, disebut-sebut bakal dipromosikan menjadi starter. Namun, Gattuso tetap membutuhkan setidaknya satu bek tengah baru yang siap tempur. Dua nama yang masuk radar adalah Sergi Dominguez dan Diego Coppola, keduanya masih berusia di bawah 22 tahun.
Dominguez, yang pernah menimba ilmu di akademi Barcelona, kini menjadi prioritas utama Lazio. Ia tampil konsisten di Dinamo Zagreb dan dianggap memiliki potensi besar. Nilai transfernya yang relatif murah—sekitar €7-8 juta—menjadi daya tarik tersendiri bagi Lazio yang sedang berhemat. Sementara itu, Coppola justru menjadi opsi menarik karena Brighton bersedia meminjamkannya. Bek Italia itu belum menembus tim utama The Seagulls setelah pindah dari Verona, dan Lazio bisa memanfaatkannya untuk mengisi kekosongan jangka pendek.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Lazio ini mengingatkan pada problem klasik klub-klub Liga 1 yang kerap kehilangan pemain kunci di tengah musim tanpa rencana suksesi yang jelas. Bedanya, Lazio bergerak cepat dengan dua pendekatan berbeda: membeli pemain muda potensial (Dominguez) dan meminjam pemain yang kurang dimanfaatkan klub lain (Coppola). Strategi ini bisa menjadi pelajaran bagi klub Indonesia untuk tidak hanya bergantung pada satu skema transfer.
“Lazio harus segera mengambil keputusan. Bursa transfer tidak menunggu, dan setiap hari tanpa bek baru adalah risiko,” ujar analis sepak bola Italia, Matteo Bonetti, dalam kolomnya.
Dengan jendela transfer yang masih terbuka hingga akhir Agustus, Lazio masih punya waktu untuk mendatangkan lebih dari satu pemain. Namun, tekanan langsung ada di pundak Gattuso, yang harus meramu strategi baru tanpa dua bek andalannya. Akankah Dominguez dan Coppola menjadi solusi jangka panjang, atau hanya tambalan sementara? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



