Liverpool Alihkan Incaran ke Endrick: Proyek Jangka Panjang di Tengah Bursa Transfer yang Sepi
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan siap mengajukan tawaran sekitar โฌ65 juta untuk Endrick, pemain muda Real Madrid yang tengah menonjol di Ligue 1.
- Endrick, yang baru berusia 20 tahun, mencatatkan statistik dribel dan peluang yang lebih impresif dibanding Bradley Barcola dalam setengah musim di Lyon.
- Langkah ini menunjukkan strategi Liverpool yang lebih fokus pada potensi jangka panjang daripada pembelian mahal yang belum tentu menjamin kesuksesan.

Liverpool dilaporkan tengah menyiapkan tawaran senilai sekitar โฌ65 juta atau setara Rp1,1 triliun untuk menggaet Endrick, penyerang muda Real Madrid yang sedang dalam performa memukau. Langkah ini muncul di tengah bursa transfer musim panas yang relatif sepi di Anfield, sekaligus menjadi sinyal bahwa manajemen The Reds mulai melirik alternatif selain Bradley Barcola yang selama ini menjadi incaran utama.
Keputusan untuk membidik Endrick bukan tanpa alasan. Meski belum menembus skuad utama Los Blancos, pemain berusia 20 tahun itu menunjukkan kelasnya saat dipinjamkan ke Lyon pada Januari lalu. Dalam setengah musim di Ligue 1, ia mencetak 12 gol dan assist hanya dari 14 pertandingan sebagai starter. Catatan itu sejajar dengan Barcola, namun dengan jumlah penampilan yang jauh lebih sedikit.
Perbandingan statistik keduanya pun menarik. Endrick unggul dalam hal dribel sukses per laga (2,3 berbanding 1,2) dan key pass per pertandingan (1,6 berbanding 1,3). Ia juga menciptakan sembilan peluang emas, hanya terpaut empat angka dari Barcola, meski bermain dalam rentang waktu yang lebih singkat. Angka-angka ini memperkuat penilaian bahwa potensi Endrick lebih besar daripada pemain PSG tersebut.
Bagi Liverpool, perburuan Endrick bukan sekadar upaya memperkuat skuad, melainkan juga cermin dari filosofi transfer yang lebih hati-hati. Musim lalu, The Reds menggelontorkan dana lebih dari ยฃ400 juta namun justru mengalami kemunduran. Sebaliknya, pada musim 2023/24, hanya Federico Chiesa yang didatangkan, tetapi tim justru meraih gelar Premier League. Pelajaran ini tampaknya menjadi pegangan bagi pelatih anyar, Andoni Iraola, yang lebih memilih pemain muda dengan potensi besar daripada bintang mahal yang belum tentu cocok.
Endrick, yang pernah dijuluki oleh pelatih Brasil Vanderlei Luxemburgo sebagai pemain dengan "segala kualitas untuk menjadi yang terbaik di dunia", dianggap sebagai investasi jangka panjang yang ideal. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuannya bermain di sisi kanan atau tengah menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan. Jika kepindahan ini terwujud, ia bisa menjadi jawaban atas kebutuhan Liverpool di lini serang yang selama ini bergantung pada Mohamed Salah yang kian menua.
Namun, tantangan terbesar Liverpool adalah meyakinkan Real Madrid untuk melepas pemain yang masih terikat kontrak hingga 2030. Meski belum menjadi pilihan utama di Bernabeu, manajemen Madrid dikenal enggan melepas talenta mudanya dengan harga murah. Apalagi, Endrick baru berusia 20 tahun dan memiliki potensi pasar yang besar di Amerika Selatan, termasuk Indonesia yang memiliki basis penggemar sepak bola Eropa yang kuat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menambah daftar panjang pemain muda Brasil yang dilirik klub-klub Eropa. Ketertarikan Liverpool pada Endrick juga bisa menjadi sinyal bahwa pasar transfer global semakin menghargai pemain dengan jam terbang tinggi di liga sekunder seperti Ligue 1. Ini sekaligus menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih berani meminjamkan pemain mudanya ke liga Eropa guna meningkatkan nilai jual.
Jika transfer ini gagal, Liverpool masih memiliki opsi lain seperti Ibrahim Mbaye dari PSG. Namun, dengan segala pertimbangan, Endrick tampaknya menjadi prioritas yang lebih menjanjikan. Pertanyaannya, akankah Real Madrid tergoda melepas aset mudanya demi uang tunai yang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain lain? Atau justru Liverpool akan mengalihkan fokus ke target lain yang lebih realistis? Bursa transfer masih panjang, dan keputusan di menit-menit akhir bisa mengubah peta persaingan musim depan.



