PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi ke Jateng: Hanya Kesombongan PSI
Baca dalam 60 detik
- PDIP menilai rencana Jokowi melanjutkan safari politik ke Jawa Tengah sebagai bentuk kesombongan PSI, bukan ancaman serius.
- Juru Bicara PDIP Guntur Romli meremehkan kemampuan PSI karena partai itu gagal lolos parlemen pada Pemilu 2024 meski didukung penuh Jokowi.
- Safari yang direncanakan pertengahan Juli ini akan menemani Kaesang Pangarep, namun PDIP yakin basis massa di Jateng tidak akan tergoyahkan.

PDIP akhirnya buka suara mengenai rencana Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan melanjutkan safari politik ke Jawa Tengah pada pertengahan Juli mendatang. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng itu disebut-sebut akan menjadi sasaran manuver politik Jokowi bersama putra bungsunya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Namun, respons PDIP justru dingin dan penuh sindiran.
Juru Bicara PDIP Guntur Romli menilai rencana tersebut tidak lebih dari bentuk kesombongan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, pernyataan PSI yang ingin merebut basis massa PDIP di Jawa Tengah tidak perlu ditanggapi serius, apalagi dikhawatirkan. "Itu hanya bentuk kesombongan PSI, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan," ujar Guntur saat dihubungi pada Minggu (5/7).
Guntur, yang akrab disapa Gunrom, menegaskan bahwa PSI bukanlah partai besar yang mampu menggeser dominasi PDIP di Jawa Tengah. Ia mengingatkan bahwa PSI gagal melenggang ke Senayan pada Pemilu 2024, meskipun saat itu mendapat dukungan penuh dari Jokowi yang masih menjabat presiden. "Meski didukung penuh oleh Jokowi yang waktu itu masih presiden, dengan tagline PSI Partai Jokowi, pasang foto Jokowi di semua baliho, jadi presiden saja Jokowi gagal meloloskan PSI, apalagi tidak jadi presiden," sindirnya.
Guntur juga meragukan efektivitas safari politik tersebut. Ia menilai PSI terlalu jumawa jika menganggap bisa merebut kandang banteng hanya dengan kehadiran Jokowi. "Kalau PSI itu parpol besar di 2024, terus bilang mau rebut kandang Banteng, itu lebih masuk akal. Tapi kenyataannya mereka bahkan tidak lolos parlemen," tegasnya.
Rencana safari politik ini diumumkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, usai bertemu Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, pada Jumat (3/7). Yogo menyatakan optimistis kegiatan tersebut dapat berjalan pada pertengahan Juli, meskipun belum merinci kabupaten atau kota yang akan dikunjungi. "Mudah-mudahan di pertengahan bulan Juli ini sudah bisa berjalan," katanya.
Bagi PDIP, langkah Jokowi dan PSI dianggap tidak lebih dari upaya mencari panggung politik. Namun, di sisi lain, manuver ini bisa menjadi ujian bagi soliditas mesin partai banteng di provinsi yang menjadi basis utamanya. Apakah safari politik Jokowi mampu menggoyahkan loyalitas pemilih PDIP, atau justru akan menjadi bumerang bagi PSI sendiri?



