Wales Mulai Ekspedisi Berat di Nations Championship: Lawan Argentina dan Afrika Selatan
Baca dalam 60 detik
- Wales memulai tur Nations Championship dengan perjalanan lebih dari 12.000 mil untuk menghadapi Argentina dan Afrika Selatan.
- Pelatih Steve Tandy menegaskan tidak ada alasan soal logistik, meski tim hanya punya sedikit sesi latihan bersama.
- Tur ini dinilai sebagai persiapan krusial menjelang Piala Dunia 2026 di Australia, menguji ketahanan fisik dan mental skuad.

Wales memulai petualangan panjang mereka di Nations Championship dengan terbang ke Argentina dalam 24 jam ke depan, setelah meraih kemenangan meyakinkan 39-24 atas Fiji di Cardiff City Stadium. Kemenangan enam percobaan itu menjadi modal berharga bagi tim asuhan Steve Tandy, yang untuk pertama kalinya sejak 2023 meraih dua kemenangan beruntun dalam pertandingan internasional.
Perjalanan Wales tidak ringan. Skuad berisi 33 pemain harus menempuh lebih dari 7.000 mil dan 17 jam penerbangan menuju Buenos Aires, sebelum melanjutkan perjalanan pendek ke San Juan untuk menghadapi Argentina, yang baru saja kalah 38-47 dari Skotlandia. Setelah itu, Wales akan terbang 5.300 mil ke Durban, melintasi lima zona waktu, untuk berhadapan dengan juara dunia Afrika Selatan pada 18 Juli. Springboks sendiri memulai turnamen dengan menghancurkan Inggris 45-21.
Pelatih kepala Wales, Steve Tandy, menegaskan bahwa timnya tidak akan mencari alasan atas tantangan logistik yang ada. "Kami akan menghadapi dua ujian luar biasa dengan latihan terbatas, tapi ini akan menjadi ujian unik bagi kami," ujarnya. Tandy memperkirakan hanya akan ada satu sesi latihan bersama di Argentina karena pemain datang dengan penerbangan terpisah, dan maksimal dua sesi di Afrika Selatan.
Jadwal padat ini membuka peluang rotasi pemain. Tandy mengakui bahwa timnya semakin kompetitif, sehingga ia bisa mengatur beban fisik pemain di posisi tertentu. "Kami akan menikmati kemenangan, tapi tidak akan terbawa suasana," kata Tandy, merujuk pada tekanan yang mereda setelah mengalahkan Fiji.
Argentina dipastikan akan termotivasi setelah kekalahan tipis dari Skotlandia. Wales sendiri masih ingat betul bagaimana Pumas menghajar mereka 52-28 pada November 2025, yang menjadi laga pertama Tandy sebagai pelatih kepala. Namun, Tandy percaya pengalaman tur justru akan menguntungkan timnya. "Saya selalu menyukai tur. Anda bisa mengenal orang lebih dalam karena tidak ada gangguan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa adaptasi terhadap cuaca dingin Argentina juga menjadi bagian dari persiapan.
Bagi Indonesia, meski tidak terlibat langsung, turnamen Nations Championship menjadi ajang bagi negara-negara rugby untuk menguji kekuatan menjelang Piala Dunia 2026 di Australia. Perjalanan jauh dan jadwal padat seperti yang dihadapi Wales bisa menjadi pelajaran bagi tim Asia Tenggara yang mulai serius mengembangkan rugby, terutama dalam hal manajemen kebugaran pemain dan logistik tur internasional.
Tandy menekankan bahwa tur ini adalah persiapan vital untuk Piala Dunia mendatang. "Piala Dunia akan melibatkan banyak perjalanan. Tur seperti ini merekatkan tim dan membuat kami saling memahami lebih dalam," pungkasnya. Pertanyaannya, mampukah Wales memanfaatkan momen ini untuk membangun momentum positif, atau justru logistik yang berat akan menguras energi mereka sebelum tiba di Australia tahun depan?



