FIFA Batal Ubah Jadwal Inggris vs Meksiko: Kick-off Tetap Pukul 01.00 WIB
Baca dalam 60 detik
- FIFA membatalkan rencana memajukan jadwal laga Inggris vs Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mendapat tentangan dari kedua asosiasi sepak bola.
- Kekhawatiran akan badai petir di Mexico City menjadi alasan di balik usulan perubahan, namun faktor kesiapan pemain, suporter, dan logistik membuat rencana itu ditarik.
- Pertandingan tetap berlangsung Minggu pukul 18.00 waktu setempat (Senin 01.00 BST), dengan ancaman cuaca ekstrem dan tantangan altitude Stadion Azteca masih membayangi.

FIFA akhirnya mengurungkan niatnya untuk memajukan jadwal laga Inggris kontra Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mendapat perlawanan sengit dari kedua federasi sepak bola. Pertandingan yang sempat diusulkan digelar lebih awal tetap akan berlangsung sesuai jadwal awal, Minggu (28/6) pukul 18.00 waktu setempat atau Senin pukul 01.00 dini hari WIB.
Usulan perubahan jadwal mencuat pada Jumat lalu ketika FIFA mengadakan pembicaraan dengan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Federasi Sepak Bola Meksiko. Badan sepak bola dunia itu beralasan ingin menghindari potensi badai petir yang diperkirakan melanda Mexico City pada sore hingga malam hari. Namun, tanpa memberikan penjelasan resmi, FIFA mendadak mengubah sikap setelah FA meminta waktu untuk meninjau prakiraan cuaca secara lebih mendalam.
Keputusan FIFA untuk membatalkan rencana tersebut disambut lega oleh kedua kubu. Sebab, perubahan jadwal mendadak dinilai akan mengacaukan persiapan pemain, perjalanan ribuan suporter, dan logistik pertandingan besar di Stadion Azteca. Seorang sumber BBC Sport mengungkapkan bahwa FA sempat merasa dikejutkan karena tidak diberi tahu sebelumnya, dan kekesalan itu juga dirasakan oleh ofisial Meksiko.
Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, secara blak-blakan menyebut usulan perubahan itu sebagai "tendangan ke perut". Dalam wawancara dengan radio lokal Grupo Formula, ia mengaku tidak diajak berkonsultasi sama sekali. "FIFA yang mengatur, FIFA yang memutuskan, dan saya hanya bisa mematuhi," ujarnya. Meski demikian, Aguirre menegaskan timnya akan tetap beradaptasi dan berusaha meraih kemenangan.
Di sisi lain, para pemain Inggris lebih santai menanggapi isu perubahan jadwal. Marcus Rashford dan Morgan Rogers sama-sama menyatakan tim siap bertanding kapan pun. Namun, di balik ketenangan itu, FA dan ofisial tim sempat geram karena merasa diabaikan dalam proses pengambilan keputusan. Apalagi, laporan awal menyebutkan bahwa BBC ikut melobi perubahan jadwal, meski juru bicara BBC membantah keterlibatan tersebut.
Ancaman cuaca ekstrem memang menjadi momok sepanjang Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara: Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. FIFA sebelumnya telah mewajibkan jeda hidrasi tiga menit di setiap babak untuk mengantisipasi suhu tinggi. Namun, badai petir dan hujan es tetap menjadi risiko serius, terutama di Mexico City yang mengalami puncak aktivitas badai pada sore hingga malam hari. Jika jadwal dimajukan ke tengah hari, risiko tersebut memang lebih kecil, tetapi tidak sepenuhnya hilang.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana faktor cuaca dan geografis bisa memengaruhi jadwal pertandingan internasional. Meski tidak ada keterlibatan langsung, pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi penyelenggaraan turnamen di kawasan tropis seperti Asia Tenggara, di mana cuaca ekstrem juga sering mengganggu jadwal olahraga. Selain itu, keputusan FIFA yang kontroversial ini kembali mengingatkan bahwa kekuasaan badan sepak bola dunia sering kali tidak terbantahkan, meski mendapat tentangan dari federasi peserta.
Dengan jadwal yang sudah pasti, fokus kini beralih ke tantangan teknis di lapangan. Inggris harus menghadapi reputasi tangguh Meksiko di kandang sendiri, plus tekanan altitude yang membuat pemain kehabisan napas lebih cepat. Sementara itu, suporter di Inggris bersiap menonton dini hari, dengan pub-pub yang diizinkan buka hingga subuh. Pertanyaannya, akankah faktor altitude dan cuaca benar-benar menjadi penentu, atau justru mentalitas pemain yang akan berbicara?



