Gonçalo Ramos: Pahlawan Super Sub yang Selalu Siap Saat Portugal Butuh
Baca dalam 60 detik
- Gonçalo Ramos mencetak gol kemenangan Portugal atas Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia, memperpanjang rekor golnya yang selalu tercipta di laga knockout.
- Pelatih Roberto Martinez memuji kedalaman skuad setelah empat pergantian pemain sekaligus membalikkan keadaan, menunjukkan pertumbuhan tim selama turnamen.
- Portugal akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar; Ramos menegaskan prioritas utama adalah tim, bukan individu.

Gonçalo Ramos kembali membuktikan diri sebagai pemain pengubah permainan. Penyerang Paris Saint-Germain itu menjadi pahlawan kemenangan Portugal atas Kroasia 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia di Toronto, Kamis lalu. Golnya di menit keempat injury time memastikan Portugal lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam 60 tahun mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu di laga knockout.
Ramos masuk lapangan pada menit ke-62 sebagai bagian dari empat pergantian pemain sekaligus oleh pelatih Roberto Martinez. Enam menit berselang, Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan lewat titik putih. Saat Ronaldo diganti Ruben Neves pada menit ke-81, Ramos mengambil alih peran ujung tombak. Empat menit injury time, ia menyambar umpan silang Rafael Leao untuk memastikan kemenangan.
“Saya hanya mengikuti insting. Saya seorang striker dan merasa selalu ada di momen-momen seperti itu,” ujar Ramos kepada FIFA usai laga. Pernyataan itu menegaskan reputasinya sebagai super sub: keempat golnya di Piala Dunia semuanya tercipta di babak knockout, termasuk hat-trick ke gawang Swiss pada 2022.
Martinez menyebut kemenangan ini bukti kedalaman skuad Portugal. “Pesan kami adalah semua pemain siap. Pertandingan grup memang berat, tapi Piala Dunia baru dimulai hari ini,” katanya. Ia menambahkan, tim menunjukkan pertumbuhan selama turnamen. “Ini kompetisi pendek, tapi bagi kami panjang. Kami menunjukkan kekuatan saat win or go home.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Ramos menjadi pengingat pentingnya peran pemain cadangan. Di tengah jadwal padat Piala Dunia, rotasi pemain bisa menjadi kunci sukses. Portugal, dengan skuad bertabur bintang, kini dihadapkan pada ujian sesungguhnya: Spanyol di babak 16 besar. Laga ini akan menjadi ajang pembuktian apakah Portugal mampu konsisten tampil di level tertinggi.
Ramos sendiri enggan bicara soal dirinya. “Portugal di atas segalanya. Harga diri kami. Kami akan selalu mengejar kemenangan dan percaya sampai akhir, karena kami tidak pernah menyerah,” tegasnya. Pertanyaan besarnya: akankah Ramos kembali menjadi pahlawan saat Portugal menghadapi Spanyol? Atau justru Martinez akan memilih starting eleven berbeda?



