Farrell Buka Peluang Lowe Tampil di Piala Dunia 2027 Meski Pindah ke Jepang
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Irlandia Andy Farrell tidak menutup kemungkinan James Lowe dipanggil untuk Piala Dunia 2027, meski sang pemain hengkang ke Jepang.
- Kepergian Lowe ke Tokyo Suntory Sungoliath memicu perdebatan soal kebijakan IRFU yang hanya memilih pemain dari provinsi domestik.
- Farrell menegaskan prioritas pada pengembangan pemain muda, namun situasi cedera bisa membuka celah bagi Lowe kembali.

Pelatih kepala timnas rugby Irlandia, Andy Farrell, mengisyaratkan bahwa pintu bagi James Lowe untuk tampil di Piala Dunia 2027 belum sepenuhnya tertutup, meskipun sang pemain sayap memutuskan melanjutkan karier di Jepang. Farrell mengakui situasi ini rumit, namun ia tidak secara definitif mencoret nama Lowe dari rencana jangka panjang Irlandia.
Lowe, yang lahir di Selandia Baru dan telah memperkuat Irlandia sebanyak 45 kali sejak debutnya pada 2020, memutuskan hengkang dari Leinster setelah gagal mencapai kesepakatan kontrak baru. Pemain berusia 33 tahun itu dikabarkan akan bergabung dengan Tokyo Suntory Sungoliath, menggantikan Cheslin Kolbe yang hengkang. Kepergian Lowe menjadi pukulan bagi Farrell, yang menyebutnya sebagai "karakter yang lebih besar dari kehidupan" dan mengaku kecewa karena harus kehilangan pemain kunci di tengah persiapan menuju Piala Dunia 2027 di Australia.
Kebijakan Irish Rugby Football Union (IRFU) selama ini hanya memilih pemain yang bermain di salah satu dari empat provinsi Irlandia, kecuali untuk kasus khusus seperti Johnny Sexton yang sempat bermain di Racing 92. Farrell menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berpegang pada kebijakan tersebut, namun ia tidak menutup kemungkinan adanya pengecualian jika situasi mendesak. "Kami akan lihat bagaimana perkembangannya dalam 12 bulan ke depan," ujar Farrell. "Jika kami tidak mengembangkan pemain baru dan membawa mereka naik... pada akhirnya, kami mungkin bisa membawanya ke sini. Tapi apakah itu langkah yang tepat jika kami tidak memberi kesempatan pada pemain lain?"
Farrell menekankan bahwa prioritas utamanya adalah memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang. "Saya pikir itu hal yang benar untuk dilakukan, memberi mereka kesempatan dan melihat bagaimana hasilnya," tambahnya. Namun, dengan cedera yang menimpa beberapa pemain sayap seperti Tommy O'Brien, Shayne Bolton, dan Mack Hansen, peluang bagi Lowe untuk kembali terbuka lebar. Saat ini, Farrell mempercayakan posisi sayap kiri kepada Jamie Osborne yang serbabisa untuk laga pembuka Nations Championship melawan Australia di Sydney.
Konteks ini menarik bagi penggemar rugby di Indonesia, yang mungkin melihat bagaimana kebijakan seleksi pemain di negara lain bisa berbeda. Di Indonesia, olahraga rugby masih dalam tahap perkembangan, dan keputusan seperti yang diambil IRFU bisa menjadi pelajaran tentang keseimbangan antara mempertahankan pemain bintang dan mengembangkan bakat lokal. Bagi pembaca Indonesia, kisah Lowe juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemain diaspora ketika harus memilih antara karier klub dan tim nasional.
Farrell mengakui bahwa negosiasi kontrak bukanlah wilayahnya, namun ia memahami bahwa situasi ini rumit. "Dia pemain brilian, tapi kita semua tahu olahraga punya seluk-beluknya. Kadang berhasil, kali ini tidak," ujarnya. Farrell menegaskan bahwa Lowe akan sangat dirindukan, tetapi tim harus move on. "Seseorang harus mengambil alih peran yang selama ini dijalani James dengan sangat baik untuk Irlandia."
Ke depan, keputusan Farrell dan IRFU akan menjadi sorotan. Apakah mereka akan tetap kaku pada kebijakan domestik, atau melonggarkannya demi memaksimalkan peluang di Piala Dunia 2027? Dengan jadwal uji coba melawan Jepang dan Selandia Baru pada Juli, performa para pemain pengganti akan menjadi penentu. Satu hal yang pasti: pintu bagi Lowe belum sepenuhnya tertutup, dan 12 bulan ke depan akan menjadi periode krusial bagi masa depan rugby Irlandia.



