Swiss Akhirnya Tembus Kutukan 72 Tahun: Kemenangan Perdana di Fase Gugur Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Swiss mengalahkan Aljazair 2-0 di Vancouver, mengakhiri puasa kemenangan di babak gugur Piala Dunia yang berlangsung sejak 1954.
- Gol dari Breel Embolo dan Dan Ndoye memastikan tiket ke perempat final, dengan Ndoye menjadi pencetak gol kelima berbeda bagi Swiss di turnamen ini.
- Manuel Akanji menekankan pentingnya clean sheet pertama, sementara Swiss menanti lawan antara Kolombia atau Ghana di babak selanjutnya.

Swiss akhirnya memecahkan rekor buruk yang membayangi selama 72 tahun. Kemenangan 2-0 atas Aljazair di Vancouver, Kamis malam waktu setempat, menjadi kemenangan perdana mereka di fase gugur Piala Dunia sejak 1954 โ sebuah pencapaian yang bahkan belum pernah diraih oleh generasi pemain maupun kakek-nenek mereka.
Dua gol dari Breel Embolo dan Dan Ndoye memastikan Swiss melaju ke perempat final. Ndoye, yang kini menjadi pencetak gol kelima berbeda bagi Swiss dalam empat pertandingan, mengakui momen ini sangat istimewa. โIni adalah halaman baru dalam sejarah sepak bola Swiss,โ ujarnya kepada FIFA. โKami ingin terus membuat negara ini bermimpi.โ
Kemenangan ini juga menjadi clean sheet pertama Swiss di turnamen tersebut, setelah sebelumnya kebobolan di tiga laga penyisihan grup. Bek Manuel Akanji menyebut aspek defensif sebagai kunci. โKami bertahan dengan baik dan mencetak gol di momen yang tepat. Clean sheet pertama terasa sangat memuaskan,โ katanya.
Keberhasilan ini tak lepas dari performa apik Johan Manzambi yang menjadi motor serangan. Swiss juga diuntungkan dengan status sebagai โtuan rumahโ di Vancouver, setelah sebelumnya mengalahkan tuan rumah Kanada di laga pamungkas grup. Tim asuhan Murat Yakin kini menunggu lawan antara Kolombia atau Ghana di perempat final.
Bagi Indonesia, pencapaian Swiss menjadi inspirasi bahwa konsistensi dan pengalaman bisa mengubah sejarah. Meski bukan tim unggulan, Swiss membuktikan bahwa pendekatan bertahan yang solid dan efisiensi di depan gawang mampu menembus batasan yang sudah mengakar. Pelajaran ini relevan bagi sepak bola Indonesia yang tengah membangun fondasi jangka panjang.
Ndoye, yang kebanjiran pesan ucapan selamat, menegaskan timnya siap menghadapi siapa pun. โKami ingin terus menunjukkan kualitas di panggung terbesar dunia,โ ujarnya. Pertanyaan besarnya: bisakah Swiss melanjutkan mimpi ini hingga partai puncak?



