Seth Rogen Bongkar Alasan Anne Hathaway Mundur dari Film Knocked Up: Adegan Melahirkan Dinilai Tak Cocok
Baca dalam 60 detik
- Aktor Seth Rogen mengungkap bahwa Anne Hathaway meninggalkan proyek film komedi Knocked Up (2007) karena keberatan dengan adegan crowning atau puncak proses kelahiran.
- Rogen mengakui keputusan Hathaway mungkin tepat, mengingat aktris tersebut konsisten menjaga citra publiknya dan telah membuktikan banyak pilihan kariernya benar.
- Katherine Heigl yang menggantikan Hathaway kemudian juga mengkritik film tersebut sebagai seksis, menunjukkan kompleksitas di balik layar produksi Hollywood.

Seth Rogen, aktor sekaligus produser film Knocked Up, baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan di balik layar komedi tahun 2007 tersebut. Dalam sebuah wawancara di The A24 Podcast bersama Olivia Wilde, Rogen mengonfirmasi bahwa Anne Hathaway—bintang Les Misérables dan The Devil Wears Prada—adalah aktris pertama yang ditunjuk memerankan karakter Allison Scott, namun memutuskan mundur karena keberatan dengan adegan kelahiran bayi.
Menurut Rogen, Hathaway menolak syuting adegan "crowning", yaitu momen ketika kepala bayi mulai terlihat saat proses persalinan. Meskipun adegan tersebut jelas bukan rekaman asli, Hathaway menilai visualisasi itu tidak sesuai dengan citra atau "brand" yang ingin ia bangun. "Dia merasa itu bukan untuknya," ujar Rogen, seraya menambahkan bahwa ia menghormati keputusan tersebut dan kini menganggap Hathaway "mungkin benar" untuk pergi.
Kepergian Hathaway membuka jalan bagi Katherine Heigl, yang kemudian memerankan Allison Scott dan sukses membawa karakter tersebut ikonik. Namun, ironisnya, Heigl juga memiliki kritik tajam terhadap film yang sama. Dalam wawancara dengan Vanity Fair tahun 2008, Heigl menyebut Knocked Up "sedikit seksis" karena menggambarkan perempuan sebagai pemarah dan kaku, sementara laki-laki digambarkan sebagai sosok menyenangkan dan konyol. Pernyataan ini sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar dan kritikus.
Kisah di balik layar Knocked Up menyoroti betapa kompleksnya proses casting dan visi kreatif di Hollywood. Keputusan Hathaway untuk mundur, yang mungkin tampak berisiko saat itu, justru diakui Rogen sebagai langkah yang tepat. "Sejarah membuktikan dia lebih sering benar daripada saya selama bertahun-tahun," kata Rogen, merujuk pada karier cemerlang Hathaway yang melesat setelah film tersebut.
Bagi publik Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa di balik gemerlap industri hiburan, pertimbangan moral dan citra pribadi sering kali menjadi faktor penentu. Keputusan Hathaway untuk menjaga integritas artistiknya, meskipun harus meninggalkan proyek besar, bisa menjadi pelajaran bagi para pekerja kreatif di Tanah Air. Di era di mana media sosial dan opini publik begitu kuat, pemilihan peran tidak lagi sekadar soal popularitas, melainkan juga nilai-nilai yang ingin disampaikan.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah: apakah tren aktor menolak peran karena alasan prinsip akan semakin marak? Atau justru sebaliknya, tekanan komersial akan mengalahkan idealisme? Yang jelas, kasus Knocked Up membuktikan bahwa satu keputusan di awal produksi dapat mengubah arah karier dan bahkan persepsi publik terhadap sebuah film.



