Man United Alihkan Incaran ke Bintang Piala Dunia, Sarr Kini Prioritas Utama
Baca dalam 60 detik
- Manchester United membuka negosiasi dengan Crystal Palace untuk merekrut Ismaila Sarr, pemain sayap Senegal yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026.
- Sarr, yang mencetak 21 gol musim lalu, dianggap lebih cocok untuk skema serangan Setan Merah dibandingkan Crysencio Summerville yang juga diincar.
- Palace mematok harga minimal £45 juta, angka yang dinilai sepadan mengingat kontrak Sarr masih panjang hingga 2029.

Manchester United dikabarkan telah memulai pembicaraan dengan Crystal Palace untuk merekrut Ismaila Sarr, pemain sayap asal Senegal yang menjadi salah satu bintang di Piala Dunia 2026. Langkah ini mengindikasikan perubahan prioritas klub dalam perburuan pemain sayap baru musim panas ini.
Sebelumnya, United dikaitkan dengan Crysencio Summerville dari West Ham United. Namun, performa Sarr di Piala Dunia—di mana ia mencetak empat gol dalam empat pertandingan—telah mendorong manajemen klub untuk mengalihkan fokus. Menurut laporan TEAMtalk, pembicaraan dengan Palace telah berlangsung, dan Sarr kini berada di urutan teratas daftar belanja.
Sarr, yang dijuluki "luar biasa" oleh jurnalis Manchester United Tyrone Marshall, mencetak 21 gol untuk Palace musim lalu. Kemampuannya bermain di kedua sisi sayap dan sebagai penyerang tengah membuatnya menjadi aset serbaguna yang dapat bersaing dengan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, atau menjadi pelapis Benjamin Sesko.
Crystal Palace berada dalam posisi tawar yang kuat karena kontrak Sarr masih berlaku hingga 2029. Namun, usia pemain yang akan menginjak 29 tahun pada musim depan menjadi pertimbangan. Meski demikian, bagi klub sekelas Manchester United, biaya transfer £45 juta dianggap terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan kontribusi potensialnya.
Di sisi lain, Summerville yang berusia 24 tahun juga menunjukkan performa impresif di Piala Dunia, termasuk satu gol dan satu assist dalam kemenangan telak Belanda atas Swedia. Namun, produktivitasnya di level klub—tujuh gol dan lima assist dalam 34 pertandingan—masih kalah dibandingkan Sarr.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana Piala Dunia menjadi ajang pembuktian bagi pemain-pemain dari benua Afrika. Sarr, yang pernah bermain di Ligue 1 dan Premier League, menjadi contoh bagaimana pemain dari kawasan tersebut mampu bersaing di level tertinggi. Kehadirannya di Old Trafford juga bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Indonesia yang bercita-cita menembus liga top Eropa.
Keputusan akhir Manchester United akan bergantung pada negosiasi dengan Palace dan prioritas bursa transfer. Apakah mereka akan mengeluarkan dana besar untuk pemain berusia 29 tahun, atau tetap mengincar talenta muda seperti Summerville? Jawabannya akan menentukan arah strategi tim musim depan.



