Sharon Osbourne Undur Rilis Film Dokumenter Ozzy: Terlalu Berat Menonton Ulang Momen Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Sharon Osbourne menunda perilisan film dokumenter konser terakhir Ozzy Osbourne karena kesulitan meninjau ulang rekaman emosional.
- Film 'Back To The Beginning: Ozzy’s Final Bow' dijadwalkan rilis awal tahun, namun proses editing tertunda akibat duka yang mendalam.
- Selain dokumenter, Sharon juga menggarap biopik Ozzy yang memaksanya kembali ke kenangan masa lalu, memperlambat penyelesaian proyek.

Sharon Osbourne, istri mendiang legenda rock Ozzy Osbourne, mengakui bahwa meninjau ulang rekaman konser terakhir suaminya merupakan pengalaman yang sangat berat, sehingga ia terpaksa menunda perilisan film dokumenter yang mengabadikan momen tersebut.
Ozzy Osbourne, vokalis Black Sabbath, meninggal dunia pada Juli 2025 di usia 76 tahun, hanya 17 hari setelah tampil untuk terakhir kalinya di Villa Park, Birmingham. Konser pamungkas itu rencananya akan diabadikan dalam film berjudul Back To The Beginning: Ozzy’s Final Bow, yang semula dijadwalkan tayang pada awal 2026. Namun, Sharon mengaku belum sanggup menyelesaikan proses penyuntingan karena terbebani secara emosional.
“Saya butuh waktu lama untuk bisa duduk dan benar-benar mengerjakan rekaman mentahnya,” ujar Sharon kepada The Sun. “Ini sangat, sangat sulit.” Meski demikian, ia memastikan film tersebut akan segera dirilis. “Hampir selesai, jadi akan segera tayang,” tambahnya.
Selain dokumenter, Sharon juga tengah memproduksi film biopik tentang kehidupan Ozzy. Proyek ini pun tak kalah emosional karena memaksanya kembali ke masa-masa awal bersama sang legenda. “Ini seperti kembali ke masa lalu, karena kami mengerjakannya sejak pertama kali mulai bekerja sama, yaitu akhir 1970-an,” kata Sharon. “Kamu kembali dalam pikiran, dan menghidupkan kembali semua yang terjadi. Jadi, ini emosional lagi.”
Sharon, yang menikahi Ozzy pada 1982, mengaku bahwa menyusun biopik juga menjadi tantangan tersendiri karena harus memilih bagian-bagian penting dari kehidupan Ozzy. “Saya ingin menjaga agar film ini serealistis mungkin,” ujarnya. “Tapi sangat sulit dalam film untuk memasukkan semua yang Anda inginkan, karena semua orang ingin semuanya ada di dalamnya.”
Kepergian Ozzy meninggalkan duka mendalam bagi Sharon. Dalam wawancara dengan Piers Morgan Uncensored tahun lalu, ia menegaskan tidak akan pernah menikah lagi. “Segala sesuatu dalam hidup saya sekarang terasa seperti ‘ish’… baik-baik saja, saya baik-baik saja. Untuk saat ini,” ujarnya. “Ketika Anda mencintai seseorang begitu dalam dan berduka untuk mereka, itulah yang harus saya jalani, dan saya akan terbiasa. Saya harus, Anda tahu, semuanya berjalan terus.”
Bagi penggemar Ozzy di Indonesia, penundaan ini mungkin mengecewakan, namun juga menunjukkan betapa besarnya ikatan emosional antara Sharon dan mendiang suaminya. Film dokumenter dan biopik ini diharapkan tidak hanya menjadi penghormatan bagi sang legenda, tetapi juga menjadi warisan abadi bagi dunia musik.



