Brooke Vincent Tiru Pola Karier Adele: Kerja Dua Tahun, Libur Panjang
Baca dalam 60 detik
- Brooke Vincent, mantan bintang Coronation Street, bergabung dengan Hollyoaks dengan kontrak satu tahun, terinspirasi oleh pola kerja Adele yang bekerja beberapa tahun lalu mengambil waktu istirahat panjang.
- Aktris 34 tahun itu akan memerankan konselor Abigail dalam alur cerita yang digambarkannya kuat, sambil tetap membuka peluang kembali ke Coronation Street di masa depan.
- Keputusan Vincent menyoroti tren pekerja hiburan yang menyeimbangkan karier dengan kehidupan keluarga, relevan bagi industri kreatif Indonesia yang mulai fleksibel.

Brooke Vincent, aktris yang namanya melekat lewat peran Sophie Webster di sinetron legendaris Inggris Coronation Street, mengambil langkah tak biasa dalam menjalani kariernya. Ia mengaku meniru pola kerja penyanyi megabintang Adele: bekerja dalam periode pendek, lalu menikmati waktu istirahat panjang. Kini, Vincent resmi bergabung dengan sinetron saingan, Hollyoaks, dengan kontrak satu tahun—sebuah keputusan yang ia sadari sepenuhnya.
Dalam wawancara dengan The Sun, Vincent, 34 tahun, mengungkapkan bahwa target hidupnya adalah mencapai "rasio Adele", yaitu bekerja beberapa tahun, lalu mengambil banyak waktu libur, kemudian bekerja lagi. "Tujuan saya dalam hidup adalah memiliki rasio Adele: bekerja beberapa tahun, punya banyak waktu luang, lalu bekerja lagi beberapa tahun," ujarnya. Inspirasi ini muncul setelah ia vakum cukup lama sejak meninggalkan Coronation Street pada 2019 untuk fokus mengurus kedua putranya, Mexx (6) dan Monroe (5), bersama tunangannya, pesepakbola profesional Kean Bryan.
Keputusan Vincent untuk bergabung dengan Hollyoaks menandai kembalinya ia ke layar kaca setelah jeda panjang. Ia akan memerankan Abigail, seorang konselor, dalam alur cerita yang disebutnya "kuat". Kontrak satu tahun yang ia tanda tangani memberi ruang bagi pengembangan karakter tersebut. "Saya di sini selama 12 bulan, jadi ada ruang bagi kisah Abigail untuk berkembang," tambahnya. Sebelumnya, pada April lalu, Vincent mengumumkan perannya melalui Instagram, menyebut dirinya sangat bersemangat bergabung dengan Hollyoaks untuk alur cerita yang kuat dan berterima kasih atas kesempatan kembali ke layar kaca.
Meski kini bergabung dengan Hollyoaks, Vincent tak menutup pintu untuk kembali ke Coronation Street—sinetron yang membesarkan namanya. Dalam wawancara dengan Daily Mirror, ia mengaku bahwa Corrie baginya adalah rumah. "Kapan pun, jika mereka meminta, saya akan senang kembali dan bertemu mereka. Pekerjaannya berbeda sekarang karena kami memiliki anak laki-laki. Saya punya banyak teman di sana, itu seperti keluarga," tuturnya. Ia merasa beruntung memiliki waktu panjang untuk menikmati masa kecil anak-anaknya tanpa tekanan jadwal syuting yang padat. Kini, dengan anak-anak yang lebih besar dan mandiri, ia merasa ada kesempatan untuk mengambil lebih banyak pekerjaan.
Pola karier Vincent mencerminkan tren yang kian populer di kalangan selebritas global: menyeimbangkan kehidupan profesional dengan keluarga secara fleksibel. Di Indonesia, fenomena serupa mulai terlihat di industri hiburan, di mana aktor dan aktris kerap mengambil jeda panjang untuk fokus pada keluarga, lalu kembali dengan proyek terbatas. Keputusan Vincent untuk meniru pola Adele—yang terkenal dengan siklus album dan hiatus panjang—bisa menjadi inspirasi bagi pekerja kreatif Tanah Air yang ingin menghindari kejenuhan dan mempertahankan kualitas hidup.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah pola kerja ala Adele ini akan menjadi model baru di industri hiburan yang dikenal dengan tuntutan tinggi? Atau justru hanya berlaku bagi segelintir bintang yang memiliki posisi tawar kuat? Yang jelas, Brooke Vincent telah membuktikan bahwa istirahat panjang bukan akhir dari karier, melainkan strategi untuk kembali dengan energi dan cerita baru.



