FIGC Makin Optimis Maldini Terima Jabatan Direktur Teknik, Legenda AC Milan Masih Pikir-pikir
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini menjadi kandidat utama direktur teknik Timnas Italia, namun belum memberi keputusan final.
- Presiden FIGC Giovanni Malago ingin mengisi pos direktur teknik sebelum menunjuk pelatih kepala, dengan Conte dan Mancini sebagai kandidat.
- Jika Maldini menolak, FIGC berencana membagi peran menjadi dua jabatan terpisah di Club Italia.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kian optimistis Paolo Maldini bakal menerima tawaran menjadi direktur teknik tim nasional. Namun, legenda AC Milan itu belum memberikan jawaban pasti di tengah tenggat waktu yang ditetapkan Presiden FIGC Giovanni Malago.
Malago, yang baru terpilih, menggelar rapat dewan federal pertamanya pada Rabu lalu. Agenda paling mendesak adalah mengisi pos direktur teknik dan pelatih kepala timnas. Menurut sumber internal, Malago ingin menyelesaikan pos direktur teknik lebih dulu sebelum memutuskan pelatih. Dua nama yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat pelatih adalah Antonio Conte dan Roberto Mancini, yang sama-sama pernah menukangi Gli Azzurri.
Maldini, yang pernah menjabat direktur teknik AC Milan, menjadi pilihan utama FIGC. Namun, mantan kapten timnas Italia itu masih mempertimbangkan tawaran tersebut. Laporan dari Tuttomercatoweb menyebutkan bahwa sinyal dari kubu Maldini semakin positif, meski belum ada keputusan final. Malago sendiri sebelumnya menyatakan bahwa keputusan akan diumumkan dalam waktu seminggu.
Jika Maldini akhirnya menolak, FIGC disebut akan membagi peran direktur teknik menjadi dua posisi: Presiden Club Italia dan direktur olahraga. Langkah ini diambil untuk memisahkan fungsi administratif dan teknis, sebuah model yang sukses diterapkan di beberapa federasi lain.
Bagi Indonesia, dinamika di FIGC ini relevan mengingat PSSI juga tengah merombak struktur timnas. Pelajaran dari Italia menunjukkan pentingnya figur berwibawa seperti Maldini untuk memimpin transformasi teknis. Keputusan FIGC dalam pekan ini bisa menjadi tolok ukur bagaimana federasi sepak bola menyeimbangkan antara ambisi prestasi dan pembinaan jangka panjang.
Pertanyaan kini mengemuka: akankah Maldini mengikuti jejak ayahnya, Cesare Maldini, yang pernah menangani timnas Italia? Atau justru FIGC harus mencari alternatif di menit-menit akhir? Jawabannya akan menentukan arah sepak bola Italia dalam beberapa tahun ke depan.



