Messi Buru Rekor di Miami: Tiga Laga Penutup Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Tiga pertandingan terakhir babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina vs Cabo Verde, Kolombia vs Ghana, dan Australia vs Mesir.
- Lionel Messi berpeluang mencetak gol di delapan laga Piala Dunia beruntun saat Argentina menghadapi tim debutan Cabo Verde di Miami.
- Pelatih Cabo Verde, Bubista, percaya diri timnya bisa mengejutkan juara bertahan setelah tak terkalahkan di fase grup.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan mencapai puncaknya akhir pekan ini dengan tiga pertandingan penutup yang sarat drama dan catatan sejarah. Di Miami, Lionel Messi bersiap menorehkan rekor baru saat Argentina menghadapi Cabo Verde, tim debutan yang justru tampil perkasa di fase grup. Sementara itu, Kolombia yang tengah on fire akan berhadapan dengan Ghana yang disiplin, dan Australia menjajal Mesir di Dallas.
Pertandingan pertama di Dallas Stadium mempertemukan Australia dan Mesir, dua tim yang sama-sama belum pernah memenangi laga gugur di Piala Dunia. Bagi Australia, lolos ke babak 32 besar saja sudah menjadi pencapaian, namun mereka ingin membuktikan diri sebagai kekuatan baru di kancah global. Mesir, yang diperkuat Mohamed Salah, memiliki motivasi ekstra untuk mengakhiri puasa kemenangan di fase knockout.
Laga utama tentu tersaji di Miami, tempat Argentina akan berjumpa Cabo Verde. Messi, yang kini bermain untuk Inter Miami di MLS, akan tampil di hadapan publiknya sendiri. Ia berpeluang mencetak gol di delapan pertandingan Piala Dunia berturut-turut, rekor yang belum pernah dicapai pemain mana pun. Namun, Cabo Verde bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Bubista itu tak terkalahkan di grup dan mampu menahan juara Eropa Spanyol tanpa gol. โBagi kami, tidak ada yang mustahil,โ tegas Bubista, menunjukkan mentalitas pantang menyerah.
Di Kansas City, Kolombia yang tampil impresif di fase grupโmenjuarai Grup K di atas Portugal dengan raihan tujuh poinโakan diuji oleh Ghana. Tim Afrika yang diasuh Carlos Queiroz ini dikenal solid secara defensif dan berbahaya dalam serangan balik berkat kecepatan Antoine Semenyo. Kolombia, dengan lini serang tajam, harus mewaspadai jebakan offside dan transisi cepat lawan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, ketiga laga ini menawarkan tontonan kelas dunia dengan narasi yang menarik. Argentina dan Messi selalu menjadi magnet, namun kisah Cabo Verde yang underdog mengingatkan pada semangat tim-tim kecil di Asia. Sementara itu, gaya bermain Ghana yang disiplin bisa menjadi pelajaran bagi timnas Indonesia yang kerap kesulitan menghadapi lawan bertahan rapat.
Pertanyaan besarnya: akankah Messi kembali menulis sejarah di Miami, atau justru Cabo Verde yang akan menciptakan kejutan terbesar turnamen? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa jam ke depan.



