Madonna Batal Tampil di London Pride karena Khawatirkan Keamanan
Baca dalam 60 detik
- Madonna membatalkan penampilan kejutan di London Pride pada 4 Juli 2026 karena kekhawatiran akan keselamatan di tengah kerumunan 1,8 juta orang.
- Keputusan diambil menit terakhir oleh timnya, meskipun penyanyi 67 tahun itu sangat antusias mendukung hak LGBTQ+.
- Di sisi lain, Madonna dan putrinya Lola merilis lagu 'The Test' sebagai bentuk rekonsiliasi hubungan mereka.

Madonna membatalkan rencana penampilan kejutan di perayaan London Pride, Sabtu (4/7/2026), karena pertimbangan keamanan. Keputusan itu diambil di menit-menit akhir, meskipun pelantun "Material Girl" tersebut dikabarkan sangat antusias untuk tampil di hadapan 1,8 juta orang yang diperkirakan memadati Trafalgar Square.
Penyanyi berusia 67 tahun itu dijadwalkan naik panggung bersama Beth Ditto dan MNEK dalam rangkaian acara setelah pawai Pride melintasi ibu kota Inggris. Namun, tim keamanan Madonna menilai situasi terlalu berisiko. Seorang sumber yang dikutip The Sun on Sunday mengatakan, "Madge sangat bersemangat hadir karena ia adalah pendukung besar hak LGBTQ+. Tapi keputusan diambil pada detik terakhir oleh timnya karena khawatir kerumunan besar bisa memicu kekacauan."
Kekhawatiran itu bukannya tanpa alasan. Dengan jumlah peserta yang mencapai hampir dua juta jiwa, koordinasi pengamanan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, kehadiran Madonna—yang selalu menjadi pusat perhatian—dikhawatirkan dapat mengubah acara yang sudah tertata rapi menjadi hiruk-pikuk tak terkendali. Meski batal tampil, Madonna tetap menyatakan dukungannya terhadap komunitas LGBTQ+ melalui pernyataan resmi yang dirilis kemudian.
Di tengah hiruk-pikuk pembatalan itu, Madonna justru menyuguhkan kabar lain yang lebih personal. Ia dan putrinya, Lourdes Leon—yang akrab disapa Lola—baru saja merilis lagu berjudul "The Test". Lagu ini menjadi bagian dari album terbaru Madonna, Confessions on a Dance Floor: Part II. Menariknya, proses kreatif lagu tersebut lahir dari keinginan Lola untuk menjembatani ketegangan yang selama ini membayangi hubungan ibu dan anak.
Dalam wawancara dengan Bob the Drag Queen di iHeartRadio, Lola mengungkapkan bahwa ide menulis lagu bersama datang darinya. "Ada banyak cinta yang tak terucapkan, tapi juga banyak ketegangan dan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata," ujarnya. "Kupikir, cara termudah bagi kami untuk membicarakan hal ini adalah melalui seni, yang selalu menjadi penghubung kami." Madonna menyebut proses penulisan lagu itu sebagai "momen yang sangat magis" dan mengakui bahwa keduanya harus saling terbuka.
Lirik "The Test" secara gamblang menggambarkan dinamika rumit antara Madonna dan Lola. Di bait pertama, Madonna bernyanyi, "Bintang kecil / Aku mencoba menempatkanmu di atas tumpuan / Kau tak meminta semua lampu kilat itu / Aku tak berpikir bagaimana itu bisa mengganggu." Kalimat itu merujuk pada lagu lawas Madonna, "Little Star" (1998), yang khusus diciptakan untuk Lola. Sementara itu, di bait kedua, Lola membalas dengan penuh penghargaan: "Tangan yang lembut meraihku / Kaulah alasanku untuk ada."
Madonna sebelumnya mengungkapkan kepada majalah Interview bahwa lagu tersebut ditulis sebagai upaya menyembuhkan hubungan mereka. "Lola mendekatiku untuk menulis lagu bersama sebagai cara memperbaiki hubungan kami," katanya. Langkah ini mendapat apresiasi dari penggemar yang melihat sisi rentan dari diva pop tersebut. Ke depannya, publik bertanya-tanya apakah Madonna akan kembali tampil di acara Pride lain, atau justru fokus pada tur album barunya yang sarat muatan emosional.



