IHSG Bangkit, Asing Justru Jual Bersih Rp577 M — 10 Saham Ini Jadi Incaran
Baca dalam 60 detik
- IHSG ditutup menguat 0,92% ke 5.695,12 pada awal semester II-2026, setelah tiga hari tertekan.
- Investor asing mencatat net sell Rp577,79 miliar, namun tetap mengakumulasi sejumlah saham tertentu.
- Data Stockbit menunjukkan 10 saham dengan net foreign buy terbesar, menjadi sinyal bagi pelaku pasar domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil mematahkan tren negatif tiga hari beruntun dengan mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Indeks acuan bursa tanah air ditutup naik 51,93 poin atau 0,92% ke level 5.695,12, menandai awal semester II-2026 yang lebih optimistis. Namun, di balik kenaikan tersebut, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup signifikan.
Berdasarkan data perdagangan, nilai transaksi harian mencapai Rp10,28 triliun dengan volume 18,68 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,56 juta kali transaksi. Sebanyak 391 emiten berhasil ditutup di zona hijau, sementara 263 saham melemah dan 305 lainnya stagnan. Meski indeks menguat, tekanan jual dari asing tetap terlihat jelas.
Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp577,79 miliar pada Rabu kemarin. Rinciannya, aksi jual di pasar reguler mencapai Rp548,44 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp29,35 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen domestik membaik, investor global masih cenderung berhati-hati terhadap prospek pasar saham Indonesia.
Namun, menariknya, di tengah aksi jual massal tersebut, asing tetap mengincar sejumlah saham tertentu. Data dari platform analisis saham Stockbit mengungkapkan sepuluh saham dengan net foreign buy tertinggi pada perdagangan Rabu. Saham-saham ini menjadi bukti bahwa investor asing tetap selektif dan hanya mengakumulasi emiten dengan fundamental kuat atau prospek bisnis yang menjanjikan.
Fenomena ini memberikan gambaran menarik bagi pelaku pasar Indonesia. Di satu sisi, IHSG yang bangkit menunjukkan adanya daya tahan pasar domestik terhadap tekanan eksternal. Di sisi lain, aksi jual asing mengindikasikan bahwa investor global masih wait and see, terutama menjelang rilis data ekonomi global dan kebijakan suku bunga bank sentral. Bagi investor ritel, daftar saham yang diburu asing bisa menjadi acuan untuk menentukan portofolio, meskipun tetap perlu diimbangi dengan analisis fundamental dan teknikal mandiri.
Ke depan, pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal seperti kebijakan The Fed dan kondisi perekonomian China, serta faktor domestik seperti data inflasi dan neraca perdagangan. Apakah aksi jual asing akan berlanjut atau justru berbalik arah? Jawabannya akan menentukan arah pasar saham Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.



