Trump Raup Rp19 Triliun dari Bisnis Kripto, Investor Merugi
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump memperoleh pendapatan hampir US$1,2 miliar dari dua perusahaan kripto pada 2025, menurut laporan keuangan federal.
- Pendapatan dari kripto kini melampaui pendapatan properti Trump, didorong oleh kebijakan ramah kripto yang ia terbitkan setelah menjabat.
- Nilai token dan koin digital yang dijual anjlok hingga 80%, sementara investor ritel menanggung kerugian besar.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencatatkan pendapatan hampir US$1,2 miliar dari dua perusahaan kripto pada tahun lalu, menurut laporan tahunan yang dirilis Kantor Etika Pemerintah AS. Namun, di balik rekor pendapatan tersebut, para investor yang membeli produk digital Trump justru mengalami kerugian signifikan karena nilai aset anjlok drastis.
Laporan setebal 927 halaman itu mengungkapkan bahwa World Liberty Financial, perusahaan kripto Trump, menghasilkan lebih dari US$500 juta dari penjualan "governance tokens". Sementara itu, CIC Digital LLC meraup lebih dari US$600 juta dari penjualan "meme coin" bergambar wajah Trump. Kedua produk ini, yang tergolong baru saat Trump dilantik, kini telah melampaui pendapatan dari portofolio properti yang ia bangun selama puluhan tahun.
Namun, nilai token dan koin tersebut telah merosot tajam. Harga token World Liberty jatuh 80% sejak pertama kali diperdagangkan pada September 2025. Koin souvenir Trump yang sempat melonjak hingga US$74 pada Januari 2025 kini hanya bernilai US$1,68. Investor ritel, termasuk miliarder China Justin Sun yang membelanjakan US$75 juta untuk token dan US$200 juta untuk koin, menanggung kerugian besar. Sun sebelumnya menghadapi tuntutan federal atas dugaan penipuan investor, yang akhirnya diselesaikan dengan denda US$10 juta.
Kebangkitan bisnis kripto Trump tidak lepas dari kebijakannya sendiri. Setelah menjabat, ia membatalkan penindakan regulasi era Biden dan mendorong kebijakan yang ramah terhadap industri kripto. Langkah ini memicu lonjakan pendapatan, meskipun regulator sebelumnya telah memperingatkan bahwa governance tokens tidak memberikan hak kepemilikan seperti saham, hanya hak suara pada kebijakan perusahaan, dan sulit dinilai. Meski demikian, pembeli tetap berdatangan, termasuk investor institusi dan individu kaya.
Di luar kripto, Trump juga meraup pendapatan dari properti. Mar-a-Lago di Florida menghasilkan US$77 juta, naik 50% dibanding tahun sebelumnya, karena kepala negara dan pebisnis berbondong-bondong datang. Ekspansi properti ke luar negeri juga mencatat rekor: proyek di Uni Emirat Arab menghasilkan US$10,4 juta, Arab Saudi US$9 juta, serta Rumania dan Qatar masing-masing US$5 juta. Forbes memperkirakan kekayaan bersih Trump mencapai US$6 miliar pada 2025, naik dari US$2,3 miliar pada 2024.
Gedung Putih membantah adanya konflik kepentingan. Juru bicara Anna Kelly menyatakan, "Presiden maupun keluarganya tidak pernah terlibatโdan tidak akan pernah terlibatโdalam konflik kepentingan. Semua tindakan Presiden Trump dan pemerintahannya diambil demi kepentingan terbaik rakyat Amerika." Trump Organization menegaskan bahwa semua kesepakatan luar negeri dilakukan dengan perusahaan swasta, bukan pemerintah. Namun, laporan menunjukkan bahwa di Vietnam, misalnya, kesepakatan resort Trump melibatkan wakil perdana menteri dari Partai Komunis yang berkuasa, dan petani digusur dari lahan mereka.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat akan risiko investasi kripto yang dipengaruhi oleh figur publik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti telah berulang kali memperingatkan masyarakat tentang volatilitas aset kripto, terutama yang terkait dengan tokoh politik. Kasus Trump menunjukkan bahwa pendapatan besar tidak selalu berarti keuntungan bagi investor kecil. Ke depan, pertanyaan yang muncul: akankah regulator global, termasuk Indonesia, memperketat pengawasan terhadap produk kripto yang terafiliasi dengan pejabat publik?



