Menteri Haji Pastikan Tak Ada Lagi Kasus Travel Bermasalah Seperti Hanania
Baca dalam 60 detik
- Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan berkomitmen mengawal kasus dugaan penipuan umrah oleh Hanania Travel hingga tuntas.
- Upaya mediasi yang difasilitasi kementerian gagal karena travel tidak memenuhi kewajiban sesuai tenggat yang disepakati.
- Kementerian berjanji memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, memastikan pengawalan ketat terhadap kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma Internasional, atau dikenal sebagai Hanania Travel. Komitmen ini disampaikan di tengah kekhawatiran publik akan maraknya praktik serupa yang merugikan calon jemaah.
"Kita akan terus mengawal. Dan kita berupaya tidak ada lagi Hanania berikutnya," tegas Gus Irfan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (1/7). Pernyataan ini menjadi sinyal keras pemerintah untuk membersihkan industri travel umrah dari oknum tidak bertanggung jawab.
Sebelum kasus ini bergulir ke ranah hukum, Kementerian Haji dan Umrah sempat memfasilitasi mediasi antara manajemen Hanania Travel dan para konsumen yang dirugikan. Dalam proses tersebut, tercapai kesepakatan bahwa pihak travel akan menyelesaikan seluruh kewajibannya dalam batas waktu yang ditentukan. Namun, hingga tenggat berakhir, Hanania Travel dinilai gagal memenuhi janji tersebut.
"Sebelum masuk ke kepolisian, kita sebenarnya sudah mencoba memediasi mereka, para konsumen dan Hanania. Sudah ada kesepakatan tanggal sekian akan diselesaikan oleh Hanania," ujar Gus Irfan. Kegagalan mediasi ini akhirnya mendorong para korban untuk melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.
Menurut Gus Irfan, pihaknya akan terus memantau perkembangan proses hukum kasus Hanania Travel. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya preventif agar tidak ada lagi kasus travel haji dan umrah bermasalah yang merugikan calon jemaah di kemudian hari. "Dan kita berupaya tidak ada lagi Hanania-Hanania berikutnya," tandasnya.
Kasus Hanania Travel menjadi pengingat bagi calon jemaah untuk lebih selektif dalam memilih biro perjalanan umrah. Pemerintah pun diharapkan dapat memperketat regulasi dan pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap industri ini dapat pulih. Pertanyaan besarnya, apakah langkah pengawalan ini cukup untuk mencegah modus penipuan serupa di masa depan?



