Arsenal Siapkan Dana Fantastis demi Bradley Barcola: Investasi Lebih Tepat dari Bruno Guimaraes?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengalihkan fokus dari Bruno Guimaraes ke Bradley Barcola dengan nilai transfer mencapai £116 juta, menyusul kebutuhan mendesak di lini sayap.
- Produktivitas sayap Arsenal yang minim—Trossard dan Martinelli hanya mencetak satu gol liga sepanjang 2026—menjadi alasan utama perburuan winger PSG tersebut.
- Barcola, yang mencetak 21 gol dan 21 assist pada 2024/25, dinilai sebagai pemain yang bisa mengubah daya gedor Arsenal di level Eropa.

Arsenal dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga £116 juta untuk merekrut Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain, sebuah langkah yang dinilai lebih strategis dibanding mengejar gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes. Keputusan ini muncul setelah lini sayap The Gunners mengalami kemandulan gol yang akut sepanjang musim lalu.
Menurut laporan Daily Mail, Arsenal dan Liverpool sama-sama mengincar pemain internasional Prancis berusia 23 tahun itu. Barcola, yang kontraknya di PSG belum diperpanjang, diyakini terbuka untuk pindah ke Emirates Stadium. Namun, PSG—yang baru saja menjuarai Liga Champions—memasang banderol antara £103 juta hingga £116 juta, angka yang sebanding dengan harga Morgan Rogers yang dilaporkan sudah di luar jangkauan Arsenal.
Keputusan Arsenal mengalihkan prioritas dari Bruno Guimaraes ke Barcola bukan tanpa alasan. Meski Guimaraes—kapten Newcastle berusia 28 tahun—menawarkan pengalaman Premier League dan kontribusi ofensif yang meningkat (9 gol dan 8 assist musim lalu), kebutuhan Arsenal di sektor sayap jauh lebih mendesak. Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli, dua andalan di sisi sayap, hanya mencetak satu gol Premier League masing-masing sepanjang tahun 2026. Angka tersebut menjadi alarm bagi Mikel Arteta yang ingin membawa Arsenal bersaing di pentas Eropa.
Dalam metrik statistik, Barcola termasuk dalam 3% pemain terbaik di lima liga top Eropa untuk non-penalty goals per 90 menit, serta 4% teratas untuk expected threat (xT) dan shot-ending carries. Angka-angka ini menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga penggerak serangan yang mampu menciptakan peluang dari sisi lapangan. Performanya di Piala Dunia bersama Prancis—dengan dua gol—juga menegaskan kemampuannya di panggung besar.
Di sisi lain, perburuan Guimaraes menemui jalan buntu. Arsenal telah mengajukan tawaran awal £55 juta yang langsung ditolak Newcastle. The Magpies diperkirakan baru akan melepas kapten mereka jika ada tawaran sekitar £80 juta, namun situasi Sandro Tonali—yang santer dikaitkan dengan Tottenham—bisa menjadi faktor penentu. Jika Tonali hengkang, Newcastle dipastikan tidak akan melepas Guimaraes dan Anthony Gordon di bursa yang sama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa mulai berani menggelontorkan dana besar untuk pemain sayap muda yang produktif. Di tengah dominasi gelandang serba bisa, kebutuhan akan winger dengan kontribusi gol langsung semakin menjadi prioritas. Jika Barcola benar-benar bergabung, Arsenal tidak hanya mendapatkan pemain yang bisa menjadi andalan di Premier League, tetapi juga aset jangka panjang yang potensial.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Arsenal menyelesaikan kesepakatan di tengah persaingan dengan Liverpool? Atau akankah mereka kembali ke opsi Guimaraes jika negosiasi dengan PSG gagal? Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi strategi Andrea Berta dalam membangun skuad yang mampu bersaing di semua kompetisi.



