Salah Pulih Tepat Waktu: Mesir Optimistis Hadapi Australia di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Mohamed Salah kembali berlatih setelah cedera hamstring, meningkatkan harapan Mesir untuk menurunkan kaptennya saat melawan Australia di babak 32 besar Piala Dunia.
- Absennya Salah akan membebani Omar Marmoush, yang kecewa tidak menjadi starter di laga sebelumnya dan bertekad membuktikan diri.
- Mesir menghadapi masalah cedera di lini belakang, dengan beberapa pemain bertahan dalam kondisi fit yang meragukan, menjelang duel melawan Australia yang dikenal solid secara defensif.

Mohamed Salah kembali menjalani latihan penuh bersama skuad Mesir pada Selasa (25/6) waktu setempat, menandai langkah maju yang signifikan dalam pemulihan cedera hamstring yang dialaminya saat melawan Iran. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengunggah foto sang kapten dengan keterangan 'The King is back', mengirim sinyal optimisme bahwa pemain berusia 34 tahun itu akan tampil saat menghadapi Australia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Dallas, Jumat (28/6) pukul 18.00 GMT.
Cedera yang diderita Salah terjadi pada menit ke-57 saat Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran di Seattle. Pemain sayap yang sebelumnya memperkuat Liverpool itu langsung ditarik keluar dan menjalani pemindaian yang mengonfirmasi adanya regangan otot hamstring. Meski demikian, staf medis tim melaporkan perkembangan positif setelah Salah menjalani program rehabilitasi intensif dan sesi pemulihan individu. Pelatih kepala Hossam Hassan pun berusaha meredakan kekhawatiran dengan menyatakan bahwa kondisi Salah terus membaik.
Sejauh turnamen, Salah menjadi motor serangan Mesir dengan satu gol ke gawang Selandia Baru dan dua assist. Kontribusinya menjadi krusial mengingat Mesir baru pertama kali lolos ke fase gugur Piala Dunia setelah finis sebagai runner-up Grup G tanpa terkalahkan, mengungguli Belgia, Selandia Baru, dan Iran. Jika Salah tidak dapat diturunkan penuh, beban mencetak gol akan beralih ke Omar Marmoush, penyerang Manchester City yang sebelumnya dicadangkan saat melawan Iran. Sumber internal tim menyebutkan Marmoush kecewa tidak menjadi starter dan bertekad merebut kembali tempatnya di laga melawan Australia.
Namun, masalah terbesar Mesir justru berada di lini belakang. Bek tengah Mohamed Abdelmonem hanya bertahan 14 menit sebelum ditarik keluar karena cedera lutut, dan kini berlomba waktu untuk fit. Sementara itu, bek kiri Ahmed Fatouh dipastikan absen setelah mengalami cedera hamstring yang sama dengan Salah, meski ia tetap menyelesaikan pertandingan karena Mesir telah kehabisan jatah pergantian pemain. Hamdi Fathi dan Hossam Abdelmaguid juga tengah menjalani perawatan, membuat Hassan harus memutar otak meramu komposisi pertahanan terbaik.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena Australia merupakan rival berat di kawasan Asia. Keberhasilan Australia menembus babak 32 besar menunjukkan kekuatan sepak bola Asia yang semakin kompetitif. Jika Mesir mampu mengalahkan Socceroos, hal itu akan menjadi bukti bahwa tim-tim Afrika juga layak diperhitungkan di panggung dunia. Namun, jika Australia menang, posisi Asia sebagai kekuatan baru di sepak bola global akan semakin kokoh.
Pertandingan ini juga menjadi ujian bagi Hossam Hassan, yang harus menyeimbangkan antara memaksakan pemain bintang yang baru pulih cedera dengan risiko memperparah cedera. Keputusan taktisnya akan menentukan apakah Mesir bisa melanjutkan mimpi menjadi tim Afrika pertama yang menjuarai Piala Dunia. Satu hal yang pasti, duel di Dallas ini akan menjadi tontonan menarik bagi pencinta sepak bola di Indonesia yang ingin melihat sejauh mana perkembangan sepak bola Asia dan Afrika.



