Kemhan Pangkas Latihan Calon Manajer Kopdes Jadi Dua Pekan Usai Lima Peserta Meninggal
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Pertahanan memangkas durasi pelatihan calon manajer koperasi desa dari satu bulan menjadi dua pekan setelah lima peserta meninggal dunia.
- Program yang semula bertujuan membentuk komponen cadangan kini diubah menjadi pelatihan bela negara tanpa materi senjata atau taktik militer.
- Tim investigasi telah dibentuk untuk mengusut penyebab kematian, sementara materi manajerial akan diberikan oleh kementerian terkait.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memangkas durasi pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dari satu bulan menjadi hanya dua pekan, menyusul insiden tewasnya lima peserta dalam program tersebut. Langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh atas tragedi yang mengguncang Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengungkapkan bahwa perubahan mendasar dilakukan pada struktur pelatihan. Jika sebelumnya peserta diproyeksikan menjadi bagian dari komponen cadangan, kini fokus dialihkan sepenuhnya ke pembinaan bela negara. "Kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," ujar Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7).
Revisi ini menghilangkan seluruh materi yang berkaitan dengan senjata dan taktik militer. Sebagai gantinya, peserta akan menerima pelajaran tentang nasionalisme, patriotisme, dan disiplin. "Seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka," jelas Donny. Selain itu, pelatihan kepemimpinan diberikan sebagai bekal mengelola koperasi dan kampung nelayan, termasuk cara memimpin staf dan membangun kerja sama tim.
Perubahan durasi menjadi salah satu poin krusial dalam evaluasi. Donny menjelaskan bahwa setelah dua pekan pelatihan bela negara, peserta akan mengikuti pendidikan manajerial selama satu bulan penuh yang disesuaikan dengan tujuan program. "Kalau yang ke koperasi mereka akan lebih banyak diberikan materi modul-modul terkait dengan koperasi, kalau yang kampung nelayan mereka akan diberikan modul-modul terkait dengan kampung nelayan tersebut," katanya. Materi tersebut akan diberikan oleh kementerian masing-masing, seperti Kementerian Koperasi dan UKM atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kemhan telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab kematian lima peserta. "Kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," ucap Donny. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Konteks Indonesia: Program SPPI merupakan inisiatif pemerintah untuk mengirimkan sarjana muda ke desa-desa guna mengelola koperasi dan kampung nelayan. Tragedi ini memicu pertanyaan tentang keselamatan dan kesiapan peserta, terutama karena pelatihan awal dirancang dengan unsur militer. Dengan perubahan ini, pemerintah berupaya menyeimbangkan tujuan pembangunan pedesaan dengan aspek keamanan dan kesejahteraan peserta.
Ke depan, publik akan mengawasi efektivitas pelatihan baru ini, terutama apakah durasi dua pekan cukup untuk menanamkan nilai-nilai bela negara tanpa mengorbankan kualitas manajerial yang dibutuhkan di lapangan. Tim investigasi diharapkan memberikan rekomendasi konkret agar program serupa tidak lagi menelan korban jiwa.



