Leeds Siap Pecahkan Rekor Transfer demi Bek Wolves Ladislav Krejci
Baca dalam 60 detik
- Leeds United membuka negosiasi dengan Wolves untuk merekrut Ladislav Krejci sebagai pengganti Pascal Struijk yang hengkang ke Brighton.
- Wolves mematok harga £40 juta, angka yang akan menjadikan Krejci sebagai pembelian termahal dalam sejarah Leeds.
- Bek setinggi 186 cm itu dianggap cocok dengan skema tiga bek Farke dan memiliki pengalaman Premier League.

Leeds United dikabarkan telah memulai pembicaraan dengan Wolverhampton Wanderers untuk merekrut bek tengah Ladislav Krejci, menyusul kepastian hengkangnya Pascal Struijk ke Brighton & Hove Albion dengan nilai transfer sekitar £20 juta. Langkah ini menjadi krusial bagi The Whites yang harus segera menemukan pengganti sebelum musim 2025/26 bergulir.
Kepergian Struijk, yang telah membela Leeds selama delapan tahun, merupakan pukulan berat bagi pelatih Daniel Farke. Bek berusia 26 tahun itu menjadi pilar di lini belakang Leeds musim lalu dengan tampil dalam 34 dari 38 pertandingan Premier League, termasuk 33 kali sebagai starter. Konsistensinya tetap terjaga meski Farke beberapa kali beralih ke formasi lima bek.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, manajemen Leeds yang dimiliki oleh 49ers Enterprises telah menyusun daftar calon pengganti. Salah satu nama yang sempat mencuat adalah Nico Elvedi, bek Borussia Mönchengladbach yang pernah bekerja sama dengan Farke. Namun, harga £9 juta yang diminta klub Bundesliga itu masih menjadi pertimbangan.
Kini, perhatian utama tertuju pada Ladislav Krejci, kapten tim nasional Republik Ceko yang menghabiskan paruh kedua musim lalu dengan status pinjaman di Girona. Menurut laporan TEAMtalk, Leeds telah membuka negosiasi dengan Wolves, yang mematok harga sekitar £40 juta untuk bek setinggi 186 cm tersebut. Jika terealisasi, transfer ini akan memecahkan rekor pembelian termahal Leeds United sepanjang sejarah.
Ketertarikan Farke pada Krejci bukan tanpa alasan. Kemampuannya bermain dalam formasi tiga bek dianggap ideal untuk skema yang kerap diterapkan pelatih asal Jerman itu. Meski mengalami musim yang berat bersama Wolves dan Girona, Krejci tetap menunjukkan kualitas, terutama dalam duel tanpa bola. Catatan tekelnya per pertandingan bahkan lebih baik dibandingkan Struijk.
Namun, harga £40 juta menimbulkan tanda tanya besar. Leeds harus mempertimbangkan apakah nilai tersebut sepadan dengan performa Krejci yang belum konsisten di Premier League. Sejarah membuktikan bahwa pemain yang terdegradasi bisa bersinar di klub baru, seperti Andy Robertson dan Georginio Wijnaldum yang sukses di Liverpool. Leeds berharap Krejci bisa mengikuti jejak serupa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub yang sempat menjadi sorotan karena sering merekrut pemain Asia, seperti gelandang asal Jepang, kini tengah membangun kembali skuadnya setelah promosi ke Premier League. Kehadiran Krejci bisa menjadi sinyal ambisi Leeds untuk tidak sekadar bertahan di kasta tertinggi.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Leeds bersedia mengeluarkan dana sebesar itu untuk seorang pemain yang belum sepenuhnya membuktikan diri. Atau akankah mereka beralih ke opsi lain yang lebih terjangkau? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer klub asal Yorkshire tersebut.



