Aston Villa Incar Marcus Tavernier, Bournemouth Beri Sinyal Tolak
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa mendekati pemain sayap Bournemouth, Marcus Tavernier, di tengah ketidakpastian masa depan Morgan Rogers yang dibanderol £130 juta.
- Bournemouth menolak tawaran awal dan membanderol Tavernier sekitar £35-40 juta, sementara Villa harus menjual pemain dulu untuk mendanai transfer.
- Tavernier, dengan 20 gol dan 18 assist dalam 120 penampilan, dinilai cocok untuk menambah kedalaman skuad Villa yang akan berlaga di banyak kompetisi.

Aston Villa bergerak mencari amunisi baru di lini serang setelah Morgan Rogers dikaitkan dengan kepindahan mahal. Nama Marcus Tavernier, gelandang serang Bournemouth, muncul sebagai target potensial di bursa transfer musim panas ini.
Rogers menjadi salah satu pilar utama Unai Emery musim lalu, tetapi minat dari Arsenal dan Chelsea membuat Villa memasang banderol selangit: £130 juta. Situasi ini memaksa manajemen Villa Park menyusun rencana cadangan. Selain Tavernier, nama Jarrod Bowen dari West Ham juga masuk dalam daftar pemantauan.
Namun, langkah Villa tidak mulus. Menurut laporan Graeme Bailey dari TEAMtalk, Bournemouth menolak pendekatan awal dan menegaskan bahwa Tavernier tidak dijual. The Cherries membanderol pemain berusia 27 tahun itu di kisaran £35-40 juta jika akhirnya berunding. Fulham pun turut mengincar, melihat Tavernier sebagai pengganti ideal Harry Wilson di sisi sayap.
Tavernier bukanlah pemain sembarangan. Sejak direkrut dari Middlesbrough pada 2022, ia tumbuh menjadi motor serangan Bournemouth. Eks manajer Gary O'Neil bahkan menyebutnya sebagai pemain 'berbakat' karena kemampuannya bermain di berbagai posisi—sayap kiri, kanan, atau gelandang serang tengah. Catatan 11 kontribusi gol di Premier League musim lalu membuktikan konsistensinya di level tertinggi.
Dari sisi taktik, kehadiran Tavernier akan memberi Emery fleksibilitas. Ia bisa menjadi opsi rotasi tanpa mengorbankan keseimbangan tim. Villa yang musim depan akan berlaga di Liga Champions membutuhkan kedalaman skuad, terutama di sektor sayap. Tavernier, dengan pengalaman Premier League dan etos kerja tinggi, dinilai sebagai opsi berisiko rendah.
Kendala finansial masih menjadi ganjalan. Villa harus menjual pemain terlebih dahulu untuk mendanai pembelian baru—skema 'sell to buy' yang sudah menjadi kebiasaan. Jika Rogers jadi hengkang dengan harga selangit, dana segar akan mengalir. Tanpa itu, Villa bisa mengatur pembayaran bertahap untuk menekan biaya awal.
Liverpool dan Newcastle juga dikabarkan memantau situasi Tavernier. Namun, Bournemouth yang kini ditangani Marco Rose enggan melepas pemain kuncinya di awal era baru. Villa pun harus bersabar atau mencari alternatif lain.
Pertanyaan besarnya: akankah Villa berhasil membujuk Bournemouth, atau justru kehilangan Rogers dan gagal mendapatkan Tavernier? Bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian nyata bagi strategi rekrutmen Unai Emery.



