Arsenal Punya Julian Alvarez Versi Mereka Sendiri: Gabriel Martinelli Siap Jadi Solusi Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar Julian Alvarez sebagai striker ideal, namun Atletico Madrid sulit dilepaskan.
- Gabriel Martinelli menunjukkan fleksibilitas taktis saat dimainkan sebagai gelandang kiri dan penyerang tengah di Piala Dunia.
- Martinelli bisa menjadi solusi internal Arsenal dengan gaya bermain mirip Alvarez, menghemat biaya transfer.

Arsenal mungkin tidak perlu merogoh kocek dalam untuk mendatangkan Julian Alvarez. Di dalam skuad mereka sendiri, Gabriel Martinelli bisa menjadi jawaban atas kebutuhan Mikel Arteta akan seorang striker serba bisa. Performa Martinelli bersama Brasil di Piala Dunia 2026, terutama saat dimainkan di posisi hybrid antara gelandang dan penyerang, memberi petunjuk bahwa ia bisa menjadi 'Alvarez versi Arsenal'.
Sejak musim panas lalu, Arsenal serius memburu striker baru. Benjamin Sesko dan Viktor Gyokeres sempat menjadi target, namun Gyokeres yang akhirnya direkrut. Meski mencetak 21 gol dan membantu Arsenal meraih Premier League serta final Liga Champions, Arteta belum sepenuhnya puas. Ia menginginkan striker yang tidak hanya tajam di depan gawang, tapi juga mampu membangun seranganโkombinasi yang dimiliki Julian Alvarez. Sayangnya, Atletico Madrid enggan melepas pemain Argentina itu, yang lebih memilih Barcelona atau Real Madrid.
Di sinilah Martinelli muncul sebagai kandidat internal. Selama Piala Dunia di Amerika Utara, pelatih Brasil Carlo Ancelotti memainkan Martinelli sebagai gelandang kiri saat bertahan, namun bergerak ke posisi penyerang tengah saat menyerang. Fleksibilitas ini menghasilkan gol penentu kemenangan melawan Jepang pada menit ke-96. Martinelli menunjukkan naluri mencetak gol yang tajam saat bermain di area kotak penalti, sesuatu yang jarang terlihat saat ia beroperasi sebagai winger murni.
Kemampuan Martinelli bermain di beberapa posisi bukanlah hal baru. Saat pertama kali bergabung dengan Arsenal, ia sering diplot sebagai penyerang tengah dan produktif. Musim lalu, ia hanya mencetak satu gol Premier League, namun gol itu lahir saat ia berlari dari posisi tengah dan melob kiper Manchester City. Arteta sebenarnya memiliki 'senjata rahasia' yang bisa dioptimalkan tanpa perlu mengeluarkan dana besar di bursa transfer.
Menurut analis taktik, Martinelli memiliki profil yang mirip dengan Alvarez: sama-sama bisa menjadi false nine, second striker, atau bahkan gelandang serang. Keduanya unggul dalam membangun serangan dan memiliki insting mencetak gol yang baik. Jika Arteta berani memainkan Martinelli di peran hybrid seperti yang dilakukan Ancelotti, Arsenal bisa mendapatkan solusi lini depan tanpa harus bersaing dengan raksasa Eropa lainnya.
Bagi penggemar Arsenal di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bahwa solusi sering kali ada di dalam tim sendiri. Daripada membuang ยฃ130 juta untuk Alvarez, memaksimalkan potensi Martinelli bisa menjadi langkah cerdas. Pertanyaannya, apakah Arteta memiliki keberanian taktis untuk mengubah peran Martinelli secara permanen? Atau ia akan tetap bertahan dengan skema yang ada dan terus memburu striker baru?



