Newcastle Memimpin Perburuan Anis Hadj Moussa, Bek Kanan Feyenoord Jadi Target
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United memulai negosiasi dengan Feyenoord untuk merekrut Anis Hadj Moussa, pemain sayap Algeria berusia 22 tahun.
- Dana segar sebesar £69 juta dari penjualan Anthony Gordon memberi Newcastle keunggulan finansial, dengan banderol Moussa hanya £30 juta.
- Ketertarikan Aston Villa dan klub Arab Saudi menjadi ancaman, namun keinginan Moussa bermain di Premier League menjadi faktor penentu.

Newcastle United resmi membuka negosiasi dengan Feyenoord untuk mendatangkan Anis Hadj Moussa, pemain sayap Algeria yang menjadi incaran utama setelah kepergian Anthony Gordon ke Liverpool. Klub asal Tyneside itu disebut memiliki keunggulan signifikan dalam perburuan tanda tangan pemain berusia 22 tahun tersebut.
Moussa, yang tampil impresif bersama Feyenoord musim lalu dengan 21 kontribusi gol (11 gol dan 10 assist) di semua kompetisi, dianggap sebagai pengganti ideal untuk Gordon yang hengkang dengan nilai transfer £69 juta. Kemampuannya bermain di kedua sisi sayap menjadi nilai tambah, terutama karena Newcastle juga mulai meragukan performa Anthony Elanga yang gagal mencetak gol dalam 32 laga Premier League musim lalu.
Menurut laporan Sky Sports, pembicaraan antara Newcastle dan Feyenoord sudah memasuki tahap lanjut. Feyenoord mematok harga €35 juta atau sekitar £30 juta—angka yang tergolong terjangkau bagi Newcastle yang kini memiliki dana melimpah. Namun, persaingan tidak hanya datang dari klub Saudi Al-Qadsiah dan Al-Ahli, tetapi juga Aston Villa yang lolos ke Liga Champions musim depan.
Keunggulan Newcastle terletak pada hasrat Moussa sendiri yang dikabarkan sangat ingin bermain di Premier League. Mantan manajernya di Feyenoord, Robin van Persie, memuji perkembangan pemain tersebut: “Dia sedang dalam perjalanan menjadi versi terbaik dirinya. Periode ini sangat penting untuk pertumbuhannya, dan dia sudah menunjukkan tanda-tanda sebagai pemimpin sejati di dalam dan luar lapangan.”
Bagi Newcastle, merekrut Moussa bukan sekadar mengganti Gordon, tetapi juga memperkuat opsi serangan secara keseluruhan. Elanga yang didatangkan dari Manchester United musim lalu hanya mencatatkan satu assist dan tanpa gol di Premier League, menjadikannya titik lemah di sisi kanan. Moussa, yang lebih natural sebagai pemain kanan, bisa langsung mengisi posisi tersebut sekaligus menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan.
Dari sisi taktik, kehadiran Moussa juga memberi fleksibilitas bagi Eddie Howe. Pemain Algeria itu mampu beroperasi di kedua sisi, sehingga bisa menjadi alternatif di kiri jika diperlukan. Scout Jacek Kulig menyebutnya sebagai pemain “fantastis” dengan kemampuan dribel dan visi yang mumpuni.
Namun, ancaman terbesar datang dari Aston Villa yang juga dikabarkan tertarik. Unai Emery, yang dikenal jeli merekrut pemain muda berbakat, bisa menjadi pesaing serius. Villa yang lolos ke Liga Champions mungkin lebih menarik bagi Moussa dari segi kompetisi Eropa, meski Newcastle tetap unggul dalam hal kesiapan finansial dan hasrat pemain.
Transfer ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat, pergerakan klub-klub Premier League di bursa transfer selalu memengaruhi pasar Asia Tenggara. Jika Moussa bergabung, ia akan menjadi salah satu pemain Algeria yang bermain di Inggris, meningkatkan popularitas liga di kawasan Afrika dan Asia. Selain itu, nilai transfer yang relatif terjangkau menunjukkan bahwa klub-klub Inggris mulai lebih selektif dalam belanja pemain, sebuah tren yang bisa diikuti oleh klub-klub Asia.
Dengan negosiasi yang terus berjalan, keputusan akhir ada di tangan Moussa. Apakah ia akan memilih tantangan Premier League bersama Newcastle, atau tergoda oleh proyek Aston Villa dan tawaran finansial dari Arab Saudi? Jawabannya akan menentukan arah bursa transfer musim panas ini.



