Gagal Rekrut Victor Munoz, Newcastle Andalkan Remaja Tangguh Antonio Cordero
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United gagal mendatangkan Victor Munoz dari Osasuna setelah pemain asal Spanyol itu memilih bergabung dengan Liverpool.
- Sebagai gantinya, The Magpies menyimpan amunisi rahasia: Antonio Cordero, pemain sayap 19 tahun yang direkrut secara gratis dari Malaga musim panas lalu.
- Cordero, yang disebut analis memiliki kemiripan dengan Anthony Gordon, diharapkan menjadi solusi jangka panjang di lini serang Newcastle.

Newcastle United kembali menuai kekecewaan di bursa transfer musim panas ini setelah gagal mengamankan tanda tangan Victor Munoz dari Osasuna. Pemain sayap asal Spanyol itu justru memilih bergabung dengan Liverpool dengan nilai transfer ยฃ34,5 juta, mengulangi skenario tahun lalu ketika The Reds membajak rencana The Magpies mendatangkan Hugo Ekitike.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi manajer Eddie Howe yang tengah berupaya membangun kembali skuad setelah musim 2025/26 yang suram. Newcastle finis di peringkat ke-12 klasemen Premier League, imbas dari saga transfer Alexander Isak yang menguras energi klub. Meski meraup ยฃ125 juta dari penjualan striker Swedia itu, kepergiannya justru merusak ritme permainan tim.
Munoz sejatinya dianggap sebagai pengganti ideal Anthony Gordon yang hengkang ke Barcelona dengan banderol ยฃ69 juta pada awal Juni. Keduanya memiliki profil serupa: pemain sayap cepat, lincah, dan mampu menusuk dari sisi sayap. Namun, catatan gol mereka musim lalu sama-sama enam gol di liga, sehingga mungkin kegagalan ini bukan akhir segalanya bagi Newcastle.
Howe kini mengalihkan perhatian ke target lain seperti Said El Mala (FC Koln) dan Matias Fernandez-Pardo (Lille). Namun, di tengah hiruk-pikuk bursa, Newcastle sejatinya memiliki aset berharga yang sudah direkrut sejak musim panas lalu: Antonio Cordero.
Pemain sayap kanan berusia 19 tahun itu direkrut secara gratis dari Malaga setelah kontraknya habis. Yang menarik, Newcastle berhasil mengalahkan klub-klub raksasa seperti Barcelona dan Real Madrid dalam perebutan tanda tangannya. Musim lalu, Cordero menjalani masa peminjaman di Westerlo (Belgia) dan Cadiz (Spanyol), mencatatkan enam gol dan tujuh assist dalam 39 pertandingan di divisi kedua Spanyol.
Analis dan pramuka Como, Ben Mattinson, menilai Cordero memiliki gaya bermain yang mengingatkan pada Anthony Gordon. "Dia tinggi, dinamis, dan fleksibel secara posisi. Mampu menusuk ke area berbahaya atau mengirim umpan silang akurat," ujar Mattinson. Meski belum setajam Gordon, Cordero diyakini punya potensi menjadi pemain sayap Premier League kelas atas dalam beberapa tahun ke depan.
Menariknya, Cordero menunjukkan fleksibilitas dengan mencetak tiga gol dari 11 penampilan di sisi kiri saat dipinjamkan ke Cadiz. Ini bisa menjadi senjata rahasia bagi Howe, yang bisa memainkannya di kedua sisi sayap untuk mendukung Harvey Barnes dan Anthony Elangaโatau mungkin bersama rekrutan baru lainnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Cordero menjadi contoh bagaimana klub-klub Premier League mulai melirik bakat-bakat muda dari liga-liga sekunder Eropa. Newcastle, yang kini berada dalam tekanan finansial setelah musim buruk, justru menunjukkan bahwa investasi jangka panjang pada pemain muda bisa menjadi jalan keluar. Jika Cordero mampu menembus tim utama musim depan, ia bisa menjadi bukti bahwa kegagalan di bursa transfer bukanlah akhir segalanya.
Pertanyaan besarnya: akankah Howe memberikan kepercayaan kepada Cordero di musim 2026/27, atau justru kembali berburu pemain mahal di bursa? Jawabannya akan menentukan arah Newcastle dalam beberapa musim ke depan.



