Everton Nego Ulang Harga Tyrique George, Chelsea Terjepit Regulasi UEFA
Baca dalam 60 detik
- Everton dan Chelsea hampir sepakat transfer permanen Tyrique George setelah negosiasi ulang biaya awal menjadi skema bonus.
- Klub Merseyside itu juga mengamankan gelandang Hayden Hackney dari Middlesbrough senilai ยฃ16 juta.
- Chelsea terpaksa menjual pemain untuk mematuhi kesepakatan UEFA setelah gagal lolos ke Eropa dan finis ke-10 Premier League.

Everton hanya selangkah lagi mengamankan jasa Tyrique George secara permanen dari Chelsea. Klub asal Merseyside itu berhasil merundingkan ulang struktur pembayaran setelah sebelumnya opsi pembelian dipatok ยฃ25 juta.
Pemain sayap berusia 20 tahun itu menghabiskan paruh kedua musim lalu dengan status pinjaman di Goodison Park. Dalam 11 penampilan, George hanya sekali menjadi starter, namun berhasil mencuri perhatian manajer David Moyes. Pada Mei lalu, Moyes menyebutnya sebagai "anak yang luar biasa" dengan "etos kerja tinggi" saat ditanya soal kemungkinan transfer permanen.
Kesepakatan yang kini direstrukturisasi menjadi biaya awal lebih rendah plus tambahan berdasarkan pencapaian menunjukkan pendekatan hati-hati Everton di bursa transfer. Langkah ini sejalan dengan rencana klub yang juga tengah memfinalisasi transfer Hayden Hackney dari Middlesbrough senilai ยฃ16 juta. Gelandang serang Merlin Rohl juga akan dikontrak permanen setelah masa pinjaman yang sukses dari SC Freiburg.
Di sisi lain, Chelsea terus merombak skuad di bawah pelatih baru Xabi Alonso. Mereka telah merekrut Marco Palestra dari Atalanta dan masih memantau Maxence Lacroix (Crystal Palace), Jacobo Ramon (Como), serta Pep Chavarria (Rayo Vallecano). Namun, klub London Barat itu juga harus mengurangi jumlah pemain setelah finis di peringkat ke-10 Premier League dan gagal lolos ke kompetisi Eropa.
Konsekuensinya, jumlah pertandingan berkurang drastis dan pendapatan dari siaran serta tiket menurun. Chelsea juga masih terikat perjanjian penyelesaian dengan UEFA selama tiga musim ke depan akibat pelanggaran regulasi keuangan musim panas lalu. Hal ini memaksa klub untuk menjual pemain. Real Madrid dikabarkan tertarik pada Enzo Fernandez, sementara Como dan Inter Milan mengincar Trevoh Chalobah. Masa depan Benoit Badiashile, Tosin Adarabioyo, Wesley Fofana, Alejandro Garnacho, dan Liam Delap juga belum jelas.
Bagi Chelsea, situasi ini mengingatkan pada tekanan finansial yang dihadapi klub-klub besar Eropa. Di Indonesia, penggemar sepak bola bisa melihat bagaimana regulasi keuangan seperti FFP dan kesepakatan UEFA secara langsung memengaruhi strategi transfer klub raksasa. Ketidakmampuan Chelsea lolos ke Eropa tidak hanya berdampak pada pendapatan, tetapi juga pada daya tarik mereka di mata pemain bintang. Pertanyaan besarnya, akankah penjualan massal ini cukup untuk menyeimbangkan buku keuangan Chelsea, atau justru akan melemahkan skuad Alonso di musim depan?



