Kevin Spacey Merasa Kembali Diterima Hollywood Usai Bebas dari Tuduhan
Baca dalam 60 detik
- Aktor Kevin Spacey mengaku mendapat sambutan hangat di industri hiburan AS setelah kemenangan hukumnya.
- Spacey menang dalam seluruh kasus pengadilan dengan juri, termasuk gugatan Anthony Rapp senilai $40 juta.
- Meski bebas, ia mengakui pernah bersikap terlalu agresif secara fisik, yang ia sebut sebagai 'kebakaran kecil'.

Setelah bertahun-tahun berada dalam bayang-bayang tuduhan pelecehan seksual, aktor Kevin Spacey kini merasa industri hiburan Hollywood kembali membuka pintu untuknya. Dalam wawancara terbaru, ia menyebut sambutan yang ia terima jauh lebih hangat dibandingkan saat puncak kontroversi.
Spacey, 66 tahun, menjadi sorotan sejak 2017 ketika aktor Anthony Rapp menuduhnya melakukan pelecehan di apartemen New York saat Rapp masih remaja. Tuduhan itu memicu gelombang kasus lain di Amerika Serikat dan Inggris. Namun, setelah melalui serangkaian persidangan, Spacey berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah di hadapan juri.
Dalam podcast Club Random, Spacey mengungkapkan optimisme terhadap masa depannya. "Saya merasa jauh lebih diterima, dan saya pikir semuanya bergerak ke arah yang kami harapkan," ujarnya. Ia menekankan bahwa kemenangan hukumnya bukan sekadar formalitas: "Kami menang di setiap pengadilan yang kami hadapi dengan juri."
Meski demikian, Spacey tidak sepenuhnya menyangkal adanya kesalahan. Dalam wawancara dengan Piers Morgan, ia mengaku pernah "mendorong batas" dan bersikap "terlalu agresif" secara fisik. "Saya menyentuh seseorang secara seksual tanpa tahu saat itu mereka tidak menginginkannya," katanya. Ia bahkan setuju bahwa perilakunya bisa disebut meraba-raba (groping). Namun, ia lebih suka menyebutnya sebagai bentuk kelembutan yang salah arah.
Spacey menganalogikan kontroversinya dengan kebakaran kecil di dapur, bukan kobaran api besar. "Saya tidak pernah bilang tidak ada api. Hanya saja itu bukan kobaran api hutan yang mengamuk. Itu api kecil di dapur yang bisa dipadamkan dengan alat pemadam," jelasnya. Pernyataan ini menuai kritik dari kelompok korban pelecehan yang menilai Spacey masih meremehkan dampak perbuatannya.
Bagi publik Indonesia, kasus Spacey menjadi pengingat bahwa industri hiburan global masih bergulat dengan isu pelecehan seksual dan pemulihan nama baik. Di Tanah Air, gerakan #MeToo juga pernah mengguncang beberapa nama, meski proses hukum sering kali berlarut-larut. Kemenangan Spacey di pengadilan menunjukkan bahwa bukti dan kesaksian menjadi kunci, namun juga membuka perdebatan tentang sejauh mana seorang figur publik bisa kembali berkarya setelah dituduh.
Pertanyaan yang tersisa: apakah Hollywood benar-benar siap memberi Spacey peran besar lagi? Ataukah sambutan hangat itu hanya basa-basi industri yang masih waspada? Jawabannya mungkin akan terlihat dari proyek-proyek yang ia dapatkan dalam waktu dekat.



