Kaderisasi Ideologi Militer China: 10 Pekan Pelatihan Anti-Korupsi Ala Xi Jinping
Baca dalam 60 detik
- Ratusan perwira tinggi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menjalani pelatihan ideologi selama 10 pekan, belajar pidato Xi Jinping dan membaca pengakuan koruptor.
- Program ini merupakan bagian dari kampanye antikorupsi yang telah menyingkirkan lima dari tujuh anggota Komisi Militer Pusat sejak 2022.
- Pelatihan menekankan loyalitas mutlak kepada partai dan militer, dengan metode mencakup kuliah teori, diskusi kelompok, dan latihan baris-berbaris.

Ratusan perwira tinggi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) baru saja menyelesaikan program pelatihan ideologi yang belum pernah ada sebelumnya β sebuah kamp khusus selama sepuluh pekan yang dirancang untuk memperkuat loyalitas kepada Presiden Xi Jinping dan memberantas korupsi di tubuh militer. Inisiatif ini, yang berakhir pekan lalu, diumumkan secara resmi melalui harian PLA Daily pada Rabu (26/6).
Presiden Xi secara pribadi memerintahkan pelaksanaan latihan ini sejak 8 April lalu. Dalam pidato pembukaannya, ia menekankan bahwa para perwira, terutama yang senior, harus menjadi teladan dalam membangun budaya kejujuran dan keberanian melawan penyimpangan. Acara pembukaan yang disiarkan stasiun televisi CCTV menampilkan ratusan perwira dari berbagai kesatuan, termasuk jenderal bintang tiga dan empat.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat seremonial. Para peserta menjalani rutinitas ketat: senam pagi dengan formasi baris-berbaris militer, pengucapan sumpah setia kepada Partai Komunis, dan nyanyian lagu-lagu disiplin PLA. Kurikulumnya dirancang secara rinci, mencakup lebih dari 40 kuliah teoretis dan lebih dari 10 sesi pembacaan intensif terhadap teks-teks kunci, termasuk pemikiran Xi Jinping tentang penguatan militer dan pidato presiden pada upacara pembukaan.
Yang menarik, para perwira juga dihadapkan pada studi kasus tentang pejabat korup, termasuk membaca pengakuan tertulis para koruptor. Mereka kemudian dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang fokus pada operasi militer, pekerjaan politik, logistik, peralatan, teknologi, dan mobilisasi pertahanan nasional. Setiap kelompok diminta menyusun daftar risiko korupsi dan mengembangkan langkah-langkah penanggulangan.
Kampanye antikorupsi di tubuh militer China telah berlangsung agresif. Dari tujuh anggota Komisi Militer Pusat yang ditunjuk pada kongres partai 2022, hanya Xi dan kepala anti-korupsi PLA, Zhang Shengmin, yang masih menjabat. Puluhan pemimpin militer, termasuk anggota Politbiro, telah diselidiki atau menghilang dari publik tanpa penjelasan. Xi sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa perang melawan korupsi di militer tidak akan berhenti. βAngkatan bersenjata memegang senjata. Tidak boleh ada ruang di militer bagi mereka yang setengah hati terhadap partai, maupun tempat perlindungan bagi koruptor,β ujarnya dalam sidang tahunan legislatif dan konsultatif politik Maret lalu.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi strategis. China adalah mitra dagang utama dan investor infrastruktur di kawasan. Stabilitas internal militer China β termasuk kesetiaan penuh kepada kepemimpinan Xi β akan memengaruhi postur kebijakan luar negeri Beijing, termasuk di Laut China Selatan. Pengamat militer Indonesia perlu mencermati apakah kampanye ini akan memperkuat kontrol partai atas militer atau justru menimbulkan ketegangan internal yang dapat memicu ketidakpastian regional.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: sejauh mana kampanye ini akan berlanjut? Dengan hanya dua dari tujuh anggota komisi militer tertinggi yang tersisa, tekanan terhadap perwira yang dianggap tidak loyal kemungkinan akan meningkat. Jika tren ini berlanjut, militer China bisa menjadi lebih homogen secara ideologis, tetapi juga berpotensi kehilangan talenta-talenta kritis yang dibutuhkan untuk modernisasi pertahanan.



