Reaksi Davide Ancelotti Saat Neymar Masuk Picu Pro dan Kontra
Baca dalam 60 detik
- Asisten pelatih Brasil, Davide Ancelotti, tertangkap kamera menggeleng saat Neymar masuk sebagai pemain pengganti melawan Skotlandia.
- Momen itu memicu perdebatan di media sosial: ada yang memuji ketegasannya, ada pula yang meragukan kompetensinya karena faktor nepotisme.
- Insiden ini menyoroti tekanan yang dihadapi Neymar dan staf pelatih di tengah ekspektasi tinggi terhadap performa Brasil di Piala Dunia 2026.

Momen kontroversial terjadi saat Brasil menghadapi Skotlandia di babak grup Piala Dunia 2026: Davide Ancelotti, asisten pelatih sekaligus putra Carlo Ancelotti, tampak menggelengkan kepala ketika Neymar bersiap masuk lapangan pada babak kedua. Reaksi itu langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola global.
Pertandingan yang berakhir 3-0 untuk kemenangan Brasil itu sejatinya berjalan mulus berkat dwigol Vinicius Junior dan satu gol Matheus Cunha. Namun, perhatian justru tertuju pada gestur Davide saat pergantian pemain di menit ke-60, ketika Neymar menggantikan Cunha. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Davide menggeleng pelan, memicu spekulasi tentang ketidaksetujuannya terhadap keputusan memasukkan pemain berusia 34 tahun tersebut.
Neymar sendiri baru tampil sekali sebagai pemain pengganti di Piala Dunia edisi ini. Cedera dan kebugaran yang belum pulih sepenuhnya membuat pelatih Tite memanfaatkannya secara terbatas. Meski demikian, nama Neymar tetap menjadi magnet besar bagi publik Brasil, yang menaruh harapan tinggi pada sang bintang untuk membawa tim meraih gelar keenam.
Reaksi Davide Ancelotti memicu dua kubu di media sosial. Sebagian penggemar membelanya, menyebutnya sebagai sosok yang tegas dan tidak segan menunjukkan ketidaksetujuan terhadap keputusan teknis. Mereka menilai Davide memiliki naluri taktis yang kuat, terlepas dari bayang-bayang nama besar ayahnya. Namun, kritik juga datang bertubi-tubi. Banyak yang meragukan kapasitasnya sebagai asisten pelatih, menganggap posisinya saat ini lebih karena faktor nepotisme ketimbang prestasi. Bahkan, ada yang berspekulasi bahwa gelengan kepala itu tidak ada hubungannya dengan Neymar, melainkan respons terhadap hal lain di pinggir lapangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, insiden ini menjadi pengingat betapa besarnya tekanan yang dihadapi para pemain dan staf pelatih di panggung Piala Dunia. Neymar, yang pernah menjadi idola banyak penggemar di Tanah Air saat membela Barcelona dan PSG, kini harus berjuang membuktikan diri di usia yang tidak muda lagi. Sementara itu, Davide Ancelotti harus menghadapi sorotan publik yang tajam, terutama karena ia akan segera mengambil alih kursi pelatih Lille di Ligue 1. Publik akan terus mengawasi apakah ia mampu keluar dari bayang-bayang sang ayah dan membangun karier kepelatihannya sendiri.
Ke depannya, pertanyaan besar muncul: akankah Neymar mendapatkan lebih banyak menit bermain di fase knockout? Dan mampukah Davide Ancelotti mengelola ego dan ekspektasi di ruang ganti Brasil yang penuh bintang? Jawabannya akan menentukan sejauh mana Brasil melangkah di turnamen ini.



