Antonelli Puncaki Sesi Latihan Pertama GP Austria, Ungguli Russell Tipis
Baca dalam 60 detik
- Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, menjadi yang tercepat di sesi latihan pertama GP Austria dengan catatan waktu 0,04 detik di depan George Russell.
- Max Verstappen yang membawa upgrade aerodinamis besar hanya menempati posisi keempat, sementara Lewis Hamilton dengan Ferrari yang dimodifikasi mesinnya tertinggal 0,665 detik.
- Ferrari menghadapi ujian krusial di sirkuit bertenaga tinggi ini untuk membuktikan apakah peningkatan mesin dan aerodinamis cukup menyaingi dominasi Mercedes.

Kimi Antonelli, pembalap remaja asal Italia, mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan pertama Grand Prix Austria, Jumat (27/6/2025), dengan mengungguli rekan setimnya di Mercedes, George Russell, hanya terpaut 0,04 detik. Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi tim pabrikan Jerman di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.
Antonelli yang kini memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia dengan keunggulan 41 poin atas Lewis Hamilton, menunjukkan konsistensi di trek yang dikenal mengandalkan tenaga mesin. Posisi ketiga ditempati Oscar Piastri dari McLaren dengan selisih 0,117 detik, sementara rekan setimnya, Lando Norris, harus puas di urutan ketujuh setelah kehilangan sebagian besar sesi akibat masalah hidrolik.
Max Verstappen yang membawa paket upgrade aerodinamis besar untuk Red Bull hanya mampu menjadi yang keempat, tertinggal 0,281 detik. Sementara itu, Lewis Hamilton yang baru saja memenangi GP Spanyol dan membawa upgrade mesin untuk Ferrari, harus mengakui ketertinggalan 0,665 detik. Dalam komunikasi radio singkat yang disiarkan, Hamilton terdengar tidak puas dengan performa mobilnya.
Pekan ini menjadi momen krusial bagi Ferrari untuk membuktikan apakah mereka mampu bersaing dengan Mercedes. Tim asal Italia itu telah memperkenalkan upgrade mesin di Austria, namun mereka berhati-hati untuk tidak berharap terlalu tinggi. Menurut pernyataan internal tim, peningkatan tenaga mesin saja tidak cukup untuk menutup jarak dengan Mercedes. Pertanyaan besarnya adalah apakah kombinasi upgrade mesin dan pengembangan aerodinamis yang diperkenalkan di Spanyol sudah memadai untuk tampil kompetitif di sirkuit yang sangat bergantung pada tenaga mesin seperti Red Bull Ring.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, persaingan ketat antara Mercedes dan Ferrari musim ini memberikan tontonan menarik. Dengan adanya pembalap muda seperti Antonelli yang tampil impresif, serta performa Verstappen yang belum sepenuhnya pulih, kejuaraan dunia musim 2025 diprediksi masih akan berlangsung sengit. Sirkuit Red Bull Ring yang memiliki karakter lintasan lurus panjang dan tikungan cepat menjadi indikator penting bagi kekuatan mesin masing-masing tim.
Pembalap Inggris lainnya, Arvid Lindblad dari Racing Bulls, menempati posisi keenam, diikuti Franco Colapinto (Alpine) di urutan kedelapan, dan Dino Beganovic yang menggantikan Charles Leclerc di Ferrari di posisi kesembilan. Oliver Bearman dari Haas melengkapi posisi sepuluh besar. Sesi latihan kedua dijadwalkan berlangsung sore hari waktu setempat, dan akan menjadi indikator lebih lanjut mengenai keseimbangan kekuatan menjelang kualifikasi.
Dengan cuaca panas yang diperkirakan mencapai suhu ekstrem, balapan akhir pekan ini juga dinyatakan sebagai 'heat-hazard race' oleh penyelenggara. Kondisi ini akan menguji ketahanan fisik pembalap dan strategi ban tim. Akankah Ferrari mampu memanfaatkan upgrade mesinnya untuk mengancam dominasi Mercedes? Atau justru Red Bull yang akan bangkit dengan paket aerodinamis barunya? Jawabannya akan mulai terlihat pada sesi kualifikasi besok.



