Minat Haji Melonjak: Pendaftar Capai 203.452 Orang per Mei 2026, Lampaui Target
Baca dalam 60 detik
- BPKH mencatat 203.452 pendaftar haji hingga Mei 2026, melampaui target sebesar 18,61%.
- Nilai manfaat yang terealisasi mencapai Rp4,934 triliun, sementara dana kelolaan tembus Rp181,731 triliun.
- Efisiensi biaya operasional dan program kemaslahatan menunjukkan kinerja positif, namun risiko tetap diwaspadai.

Jumlah penduduk Indonesia yang mendaftar ibadah haji hingga Mei 2026 menembus angka 203.452 orang, melampaui target yang ditetapkan sebesar 118,61%. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa antusiasme masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap tinggi meskipun berbagai tantangan ekonomi dan regulasi masih membayangi.
Ketua Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah mengungkapkan data tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Menurutnya, lonjakan pendaftar ini tidak terlepas dari kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana haji yang semakin transparan dan akuntabel. βIni indikator positif bahwa minat masyarakat masih kuat,β ujarnya.
Dari sisi pengelolaan keuangan, BPKH mencatat realisasi nilai manfaat hingga Mei 2026 mencapai Rp4,934 triliun atau 82,73% dari target tahunan. Sementara itu, total dana kelolaan haji berada di posisi Rp181,731 triliun, setara 97,47% dari target. Imbal hasil investasi tercatat 6,57%, masih di bawah target RKAT sebesar 7,9% namun menunjukkan tren perbaikan.
Dalam aspek efisiensi, BPKH berhasil menekan biaya operasional hingga Rp182,84 miliar atau 81,32% dari pagu anggaran. Fadlul menegaskan bahwa realisasi biaya masih proporsional terhadap capaian nilai manfaat dan mencerminkan pengelolaan yang prudent. βKami tetap menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan,β katanya.
Program kemaslahatan yang menjadi salah satu pilar BPKH juga menunjukkan progres signifikan dengan realisasi Rp99,99 miliar atau 95,99% dari target. Program ini mencakup berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi jemaah haji dan masyarakat luas.
Meski kinerja terbilang positif, Fadlul mengingatkan bahwa sejumlah risiko masih perlu diantisipasi, seperti fluktuasi pasar keuangan dan perubahan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Ke depan, BPKH akan terus memperkuat strategi investasi dan menjaga likuiditas dana untuk memastikan keberlanjutan layanan haji. Pertanyaannya, akankah lonjakan pendaftar ini diimbangi dengan kesiapan kuota dan infrastruktur di Tanah Suci?



