Take-Two Pertahankan Target Pendapatan, GTA VI Dijadwalkan Rilis 19 November
Baca dalam 60 detik
- Take-Two Interactive mengonfirmasi jadwal perilisan GTA VI pada 19 November 2024, dengan pra-pemesanan yang diklaim 'luar biasa'.
- Proyeksi pendapatan kuartal kedua di bawah ekspektasi analis, mencerminkan minimnya rilis besar sebelum GTA VI.
- Investor menanti detail mode online GTA VI yang dianggap kunci untuk pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Take-Two Interactive, pengembang di balik seri Grand Theft Auto, menegaskan komitmennya untuk meluncurkan GTA VI pada 19 November mendatang. Kepastian ini diumumkan bersamaan dengan laporan keuangan kuartal pertama yang berakhir 30 Juni, di mana pendapatan bersih mencapai 1,39 miliar dolar AS, sedikit di atas perkiraan pasar sebesar 1,38 miliar dolar AS.
Kabar ini menjadi angin segar bagi para penggemar yang telah menantikan sekuel terbaru dari waralaba paling laris sepanjang masa. GTA V, pendahulunya, telah terjual hampir 230 juta kopi sejak dirilis pada 2013, menjadikannya salah satu game terlaris dalam sejarah. Dengan basis penggemar sebesar itu, GTA VI diprediksi akan meraup miliaran dolar dalam hitungan hari setelah peluncurannya.
Namun, di balik optimisme tersebut, Take-Two justru memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang berada di bawah ekspektasi analis. Perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal kedua antara 1,62 miliar hingga 1,67 miliar dolar AS, sementara analis memperkirakan 1,85 miliar dolar AS. Hal ini menunjukkan adanya kekosongan rilis besar sebelum GTA VI hadir, yang berdampak pada kinerja jangka pendek.
Sejak membuka pra-pemesanan pada 25 Juni lalu, Take-Two belum mengungkapkan angka pasti permintaan. CEO Strauss Zelnick hanya menyebut bahwa pra-pemesanan memiliki "awal yang luar biasa" dalam panggilan konferensi setelah rilis laporan keuangan. Pernyataan ini memicu spekulasi di kalangan investor, yang juga menantikan detail tentang mode multiplayer online GTA VI.
Mode online menjadi sorotan utama karena GTA V Online telah menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi Take-Two. Layanan live-service seperti ini memungkinkan perusahaan menghasilkan pendapatan tambahan melalui pembelian mata uang dalam game oleh pemain. Analis MoffettNathanson, Clay Griffin, menilai bahwa kelemahan saham Take-Two mungkin disebabkan oleh kurangnya detail tambahan tentang GTA VI. "Yang terpenting bagi Take-Two adalah rencana evolusi GTA Online. Sudah jelas GTA VI akan sukses, tetapi yang lebih penting adalah keberlanjutan peluangnya," ujarnya.
Bagi pasar Indonesia, kabar ini menarik karena GTA memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Meskipun belum ada kepastian mengenai ketersediaan resmi GTA VI di Indonesia, antusiasme pemain lokal biasanya tinggi. Namun, perlu diingat bahwa game ini kerap menjadi perdebatan terkait konten dewasa dan regulasi. Pemerintah Indonesia melalui Kominfo dan lembaga terkait mungkin akan memberikan perhatian khusus pada perilisan game ini, mengingat dampaknya terhadap konsumen muda.
Take-Two menargetkan pendapatan (bookings) untuk tahun fiskal 2027 sebesar 8 miliar hingga 8,2 miliar dolar AS, lebih rendah dari perkiraan analis yang mencapai 8,86 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang lebih moderat, mungkin karena ketidakpastian ekonomi global dan persaingan yang semakin ketat di industri game.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Take-Two akan mengelola transisi dari GTA V ke GTA VI, terutama dalam hal mode online. Akankah mereka mempertahankan GTA Online sebagai entitas terpisah, atau mengintegrasikannya dengan GTA VI? Keputusan ini akan menentukan apakah Take-Two dapat mempertahankan momentum pendapatan jangka panjang atau justru menghadapi penurunan setelah puncak perilisan GTA VI.



