Marquez Perpanjang Kontrak dengan Ducati hingga 2028: Target Gelar Kedelapan
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez resmi memperpanjang kontrak dengan Ducati Lenovo Team hingga musim 2028, mengamankan masa depannya di MotoGP.
- Pembalap Spanyol berusia 33 tahun itu menargetkan gelar juara dunia kedelapan setelah musim lalu merebut titel ketujuhnya bersama Ducati.
- Keputusan ini memberikan stabilitas bagi Ducati di tengah persaingan ketat dengan pabrikan lain, sekaligus menjadi sinyal positif bagi penggemar MotoGP di Indonesia.

Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, resmi menandatangani perpanjangan kontrak dengan Ducati Lenovo Team hingga akhir musim 2028. Keputusan ini memastikan pembalap asal Spanyol berusia 33 tahun itu tetap berseragam merah Ducati untuk empat musim ke depan, menegaskan ambisinya untuk menambah koleksi gelar juara dunia.
Marquez bergabung dengan Ducati pada 2024 dan langsung merebut gelar juara dunia ketujuhnya musim lalu—gelar pertamanya sejak 2019. Dalam pernyataan resmi, ia mengungkapkan kecintaannya pada olahraga ini dan keinginan untuk mencapai target yang lebih ambisius. "Saya terus bertanding karena saya mencintai olahraga ini dan ingin meraih tujuan yang lebih besar. Saya yakin ini adalah tempat yang tepat untuk melakukannya," ujar Marquez.
Perpanjangan kontrak ini terjadi di tengah musim yang penuh tantangan bagi Marquez. Awal musimnya terganggu cedera, membuatnya tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, menjelang Grand Prix Belanda akhir pekan ini. Namun, Marquez menunjukkan kebangkitannya dengan meraih kemenangan keseratus dalam kariernya di semua kelas pada Grand Prix Hungaria bulan ini, hanya sebulan setelah menjalani operasi bahu dan kaki. Ia kemudian menambah kemenangan di Grand Prix Republik Ceko pada akhir pekan lalu.
Keputusan Marquez untuk bertahan di Ducati bukan hanya soal prestasi, tetapi juga kenyamanan. "Saya sangat senang dengan kesepakatan baru ini bersama Ducati Lenovo Team dan terus menjadi bagian dari keluarga ini," katanya. "Dengan perpanjangan ini, mereka sekali lagi menegaskan komitmen, menghormati waktu saya, dan memberi ketenangan pikiran yang saya butuhkan untuk mengambil keputusan yang tepat."
Bagi Ducati, mempertahankan Marquez adalah langkah strategis. Pembalap asal Cervera itu bukan hanya ikon olahraga, tetapi juga aset pemasaran global yang kuat. Di Indonesia, basis penggemar MotoGP yang besar—terutama pendukung Marquez—dipastikan akan menyambut positif berita ini. Kehadiran Marquez di grid hingga 2028 juga menjamin persaingan sengit dengan pembalap muda seperti Bezzecchi dan Pecco Bagnaia, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton Tanah Air.
Analis MotoGP menilai perpanjangan kontrak ini memberikan stabilitas bagi Ducati di tengah persaingan ketat dengan pabrikan lain seperti Yamaha dan Honda. Marquez, yang dikenal dengan gaya balap agresif dan kemampuannya memaksimalkan performa motor, diharapkan terus menjadi ujung tombak Ducati dalam perburuan gelar. Namun, tantangan cedera dan persaingan internal tim tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah mampukah Marquez menambah gelar kedelapannya di bawah tekanan pembalap muda yang semakin matang? Atau akankah Ducati mulai mempersiapkan suksesi di dalam tim? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa musim mendatang.



