Mbappe ke-100 Caps: Pencapaian Legenda Hidup yang Belum Usai
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe akan mencatatkan penampilan ke-100 bersama Timnas Prancis saat menghadapi Irak, menjadi pemain kesepuluh yang mencapai angka tersebut.
- Dalam 99 caps, ia telah mencetak 58 gol, termasuk rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis setelah melewati Olivier Giroud.
- Prestasi ini menempatkan Mbappe dalam jajaran elit sepak bola Prancis, dengan target berikutnya menyamai catatan 103 caps milik Didier Deschamps.

Kylian Mbappe bersiap menorehkan babak baru dalam kariernya yang gemilang. Striker berusia 27 tahun itu akan memimpin Timnas Prancis saat berhadapan dengan Irak, Senin mendatang, dalam laga yang sekaligus menjadi penampilan ke-100 baginya bersama Les Bleus. Capaian ini menjadikannya pemain kesepuluh dalam sejarah sepak bola Prancis yang mencapai angka tersebut, sebuah prestasi yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik generasinya.
Perjalanan Mbappe bersama tim nasional dimulai pada 25 Maret 2017, saat ia masih berusia 18 tahun, dalam kemenangan 3-1 atas Luksemburg di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Lima penampilan kemudian, ia mencetak gol pertamanya dalam kemenangan 4-0 melawan Belanda di Stade de France. Namun, dunia benar-benar mengenalnya setahun kemudian, saat ia bersinar di Piala Dunia Rusia 2018. Dalam laga babak 16 besar melawan Argentina, Mbappe mencetak dua gol dan memimpin Prancis meraih kemenangan 4-3, yang menjadi awal perjalanan mereka menuju gelar juara dunia.
Di final melawan Kroasia, Mbappe menjadi pencetak gol termuda kedua dalam sejarah final Piala Dunia, hanya di belakang Pele. Prancis menang 4-2, dan Mbappe dinobatkan sebagai juara dunia di usia 19 tahun 207 hari. Gelar itu mengangkat namanya ke level yang lebih tinggi, meskipun ia kemudian mengalami kekecewaan di EURO 2020 yang berakhir dengan kekalahan adu penalti dari Swiss. Namun, respons cepat datang setahun kemudian di UEFA Nations League, di mana ia menjadi kunci kebangkitan Prancis dari ketertinggalan 0-2 melawan Belgia, dan mencetak gol kemenangan di final melawan Spanyol.
Puncak karier Mbappe mungkin terjadi di Piala Dunia Qatar 2022. Ia mencetak delapan gol, termasuk hat-trick di final melawan Argentinaโmenjadi pemain kedua dalam sejarah yang melakukannya di final Piala Dunia. Meski Prancis kalah adu penalti, Mbappe meraih Sepatu Emas dan mencatatkan rekor empat gol di final Piala Dunia. Pada 16 Juni 2026, dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Senegal, ia mencetak dua gol, dan gol ke-58nya mengantarkannya melewati Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pencapaian Mbappe menjadi inspirasi tentang bagaimana konsistensi dan dedikasi dapat mengantarkan seorang pemain muda ke puncak. Di tengah gempuran liga-liga Eropa yang semakin kompetitif, kisah Mbappe mengingatkan bahwa kerja keras dan bakat yang diasah dengan baik mampu menembus batas. Meski Indonesia belum memiliki pemain sekaliber Mbappe, perjalanannya bisa menjadi cermin bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam pembinaan usia dini dan pemberian kesempatan bermain di level tertinggi.
Mbappe sendiri menegaskan ambisinya setelah memecahkan rekor gol. "Saya bermain untuk membuat sejarah bagi negara saya, untuk memastikan tim saya mencapai final dan memenangkan Piala Dunia. Sisanya hanyalah bagian dari siapa saya dan karier saya," ujarnya. Dengan usia yang masih relatif muda, ia memiliki peluang besar untuk melampaui rekor caps Hugo Lloris (145) dan menjadi pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang masa Prancis. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga performa dan kebugaran di tengah jadwal padat, serta membawa Prancis meraih gelar lagi. Akankah ia mampu menyamai atau bahkan melampaui legenda seperti Lloris? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa tahun ke depan.



