Divaldo Alves Buka Peluang ke Klub Afrika-Eropa Usai Tinggalkan Persijap
Baca dalam 60 detik
- Mantan pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, mengonfirmasi telah menerima tawaran dari klub Afrika Selatan, Angola, Afrika Utara, dan Eropa.
- Pelatih asal Portugal itu memprioritaskan proyek jangka panjang dan ambisi juara dalam memilih klub barunya.
- Kepergian Divaldo Alves dari Liga Indonesia menandai potensi hilangnya salah satu pelatih asing berpengalaman di kompetisi domestik.

Mantan pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah mengonfirmasi adanya minat serius dari sejumlah klub di Afrika dan Eropa. Pelatih berlisensi Pro UEFA itu menyebut komunikasi intensif telah terjalin dengan beberapa tim, membuka peluang karier di luar Indonesia.
Divaldo, yang berpisah dengan Persijap pada akhir musim BRI Super League 2025/2026, mengaku tidak ingin terburu-buru menentukan pilihan. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa tawaran datang dari Afrika Selatan, Angola, Afrika Utara, dan beberapa klub Eropa. Namun, ia enggan menyebutkan nama klub secara spesifik. "Saya diskusi dengan beberapa tim, tapi saya tidak mau terlalu fokus pada nama klubnya. Yang pasti ada tim dari Afrika Selatan, Angola, Afrika Utara dan Eropa. Ya kita lihat saja," ujarnya.
Proses negosiasi yang berjalan terbuka memberikan ruang bagi Divaldo untuk berpikir matang. Ia menekankan bahwa kriteria utama dalam memilih klub adalah adanya proyek jangka panjang yang jelas dan ambisi besar untuk bersaing di level tertinggi. "Yang paling penting project yang bisa buka masa depan dengan klub yang punya ambisi juara, klub yang punya ambisi di top. Itu saja yang saya cari," tegasnya.
Divaldo Alves bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Kariernya dimulai dengan menangani PSMS Medan pada 2008-2009, kemudian Persijap Jepara, Minangkabau FC, dan Persebaya 1927. Ia sempat meninggalkan Indonesia untuk menakhodai Perak FA dan Negeri Sembilan FC di Malaysia, Muscat Club di Oman, serta Sofapaka FC di Kenya. Setelah kembali ke Indonesia, ia menangani Persik Kediri, Persita Tangerang, PSBS Biak, dan Persijap. Pengalaman luas ini membuatnya diminati klub luar negeri.
Bagi sepak bola Indonesia, kepergian Divaldo Alves bisa menjadi kehilangan. Ia adalah salah satu pelatih asing yang sukses beradaptasi dengan kultur sepak bola lokal dan memiliki rekam jejak yang solid. Di sisi lain, langkahnya membuka peluang bagi pelatih lokal untuk mengisi kekosongan di klub-klub Liga 1. Namun, minat klub Afrika dan Eropa terhadap Divaldo juga menunjukkan bahwa kualitas pelatih yang pernah berkarier di Indonesia mulai diakui di kancah internasional.
Dengan musim baru yang akan dimulai pada Juli 2026, Divaldo harus segera memutuskan destinasi berikutnya. Apakah ia akan memilih tantangan di Afrika yang lebih dekat dengan tanah kelahirannya, atau mencoba peruntungan di Eropa yang lebih kompetitif? Keputusan ini akan menentukan arah karier pelatih asal Portugal tersebut dalam beberapa tahun ke depan.



