Persija Resmi Gandeng Adidas: Kontrak Lima Tahun, Jersey Baru Meluncur Akhir Agustus
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta dan Adidas meneken kerja sama lima tahun, dengan jersey perdana direncanakan rilis pada 29 Agustus 2026.
- Adidas akan memproduksi tiga varian jersey—kandang, tandang, dan ketiga—dalam dua versi: player issue Rp1 juta dan fan edition Rp300 ribu.
- Kemitraan ini menandai kembalinya merek global ke sepak bola Indonesia setelah sebelumnya mendominasi pasar perlengkapan olahraga.

Persija Jakarta resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan raksasa perlengkapan olahraga Jerman, Adidas, dalam sebuah kontrak berdurasi lima tahun. Pengumuman tersebut disampaikan di Adidas Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026) sore. Langkah ini menjadi sinyal ambisi Macan Kemayoran untuk memperkuat identitas merek sekaligus meningkatkan daya saing di kancah sepak bola nasional.
Jersey anyar Persija racikan Adidas dijadwalkan meluncur pada 29 Agustus 2026, beberapa hari sebelum kompetisi Super League 2026/2027 bergulir. Adidas menyiapkan tiga set seragam—kandang, tandang, dan jersey ketiga—masing-masing dalam dua varian: player issue yang dipakai pemain di lapangan dan fan version untuk suporter. Harga yang dipatok cukup variatif; versi player issue dibanderol Rp1 juta, sementara versi suporter Rp300 ribu.
Senior Manager Brand Activation Adidas Indonesia, Cinita Dewi Mayakatri, menegaskan bahwa desain jersey masih dirahasiakan hingga hari peluncuran. Namun, ia memberi bocoran bahwa warna dan elemen visual tidak akan melenceng dari DNA Persija yang khas, dengan sentuhan bahasa desain Adidas. “Yang pasti warnanya tidak jauh dari identitas Persija, tapi tetap ada ciri khas Adidas. Kita tunggu tanggal mainnya dan kejutan,” ujarnya.
Bagi Persija, kerja sama ini bukan sekadar urusan kostum. Di tengah persaingan ketat Liga 1 yang kian profesional, kehadiran sponsor apparel sekelas Adidas bisa menjadi pembeda dalam hal pemasaran, distribusi merchandise, dan pengalaman suporter. Sebelumnya, Persija menggunakan jasa merek lokal untuk perlengkapan tim. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan basis suporter fanatik The Jakmania yang selalu menanti produk resmi berkualitas tinggi.
Dari sisi Adidas, masuknya ke dalam ekosistem Persija memperkuat jejak mereka di pasar sepak bola Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, Adidas memang gencar menjalin kerja sama dengan klub-klub Asia Tenggara, termasuk di Thailand dan Vietnam. Indonesia, dengan basis penggemar sepak bola yang besar dan antusiasme tinggi terhadap merchandise, menjadi pasar yang menggiurkan. Apalagi, Persija memiliki basis suporter yang loyal dan tersebar luas.
Keputusan Adidas mempertahankan harga fan version di kisaran Rp300 ribu juga dinilai strategis. Angka tersebut lebih rendah dari harga jersey resmi beberapa klub Eropa yang dijual di Indonesia, sehingga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penggemar. Sementara itu, versi player issue dengan harga Rp1 juta menyasar kolektor dan penggemar yang menginginkan kualitas setara pemain.
Dengan peluncuran yang tinggal dua bulan lagi, publik sepak bola Indonesia tentu menanti seperti apa wujud jersey anyar Persija. Akankah Adidas berani menghadirkan inovasi desain yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya? Atau justru mempertahankan tradisi? Semua akan terjawab pada 29 Agustus mendatang.



