Waspada, Lowongan Palsu Bank BCA Beredar di TikTok: Ini Ciri-cirinya
Baca dalam 60 detik
- Unggahan TikTok menawarkan rekrutmen Bank BCA 2026 untuk posisi ODP, ADP, dan BINA BCA ternyata hoaks, dengan tautan mengarah ke situs pencuri data pribadi.
- Modus penipuan memanfaatkan tautan di bio akun yang meminta data seperti nama, alamat, dan nomor Telegram, sementara rekrutmen resmi BCA hanya melalui kanal karier perusahaan.
- Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur iming-iming lowongan gratis dan selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi BCA atau sumber terpercaya.

Unggahan viral di TikTok yang mengklaim Bank BCA membuka rekrutmen besar-besaran untuk tahun 2026—mencakup program Officer Development Program (ODP), Assistant Development Program (ADP), dan BINA BCA—ternyata tidak lebih dari jebakan pencuri data pribadi. Tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut bukan mengarah ke portal karier resmi BCA, melainkan ke halaman mencurigakan yang dirancang untuk mengumpulkan informasi sensitif pengguna.
Pemeriksaan oleh tim turnbackhoax.id, Jumat (19/6/2026), mengonfirmasi bahwa tautan dalam bio akun TikTok tersebut membawa pengguna ke laman yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, alamat, dan nomor Telegram. Modus ini lazim digunakan pelaku kejahatan siber untuk mengumpulkan korban potensial, yang kemudian dapat disalahgunakan untuk penipuan lebih lanjut atau bahkan akses ke akun finansial korban.
Di sisi lain, Bank BCA hanya mengumumkan lowongan kerja resmi melalui kanal karier resmi perusahaan di situs web mereka. Daftar posisi yang ditawarkan pun berbeda dengan klaim dalam unggahan hoaks tersebut. Hal ini menegaskan bahwa informasi lowongan yang beredar di media sosial tanpa verifikasi resmi patut dicurigai sebagai upaya phishing.
Bagi pencari kerja di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di tengah maraknya penipuan lowongan kerja daring. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan bahwa kasus phishing dengan modus rekrutmen palsu meningkat signifikan sejak pandemi, memanfaatkan tingginya angka pengangguran dan kebutuhan akan pekerjaan. Pelaku kerap menyasar korban melalui platform populer seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp.
Untuk menghindari jebakan serupa, masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi informasi lowongan kerja dengan mengunjungi langsung situs resmi perusahaan atau menghubungi layanan pelanggan resmi. Jangan pernah mengklik tautan mencurigakan yang dibagikan melalui pesan pribadi atau bio akun media sosial, terutama jika meminta data pribadi yang tidak lazim untuk proses rekrutmen awal.
Ke depan, pengguna media sosial perlu lebih kritis terhadap konten viral yang menawarkan kemudahan berlebihan. Pertanyaan yang perlu diajukan: mengapa perusahaan sekelas BCA harus merekrut melalui tautan di bio TikTok, bukan melalui portal karier resmi? Jika jawabannya tidak masuk akal, besar kemungkinan itu adalah tipu daya.



