Produsen Jeli INACO Siap IPO, Target Dana Rp392 Miliar untuk Ekspansi
Baca dalam 60 detik
- PT Niramas Utama Tbk (JELI) menargetkan dana segar Rp392 miliar dari IPO di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2026.
- Sebanyak 51% dana IPO akan dialokasikan untuk pembelian mesin baru guna mempercepat pertumbuhan bisnis jeli dan minuman kelapa.
- Langkah ini membuka peluang bagi investor ritel untuk turut menikmati laba perusahaan yang telah beroperasi selama 35 tahun.

PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman berbahan kelapa dengan merek INACO, akan melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana (IPO) dengan target perolehan dana mencapai Rp392 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan yang telah berusia 35 tahun untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi logistik.
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S Lukman, mengungkapkan bahwa IPO ini tidak hanya bertujuan mengumpulkan modal, tetapi juga memberikan kesempatan kepada investor untuk berpartisipasi dalam pembagian laba perusahaan. "IPO merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis JELI yang sudah berjalan 35 tahun sekaligus memberikan kesempatan kepada investor untuk menikmati pembagian laba perusahaan," ujarnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.
Dari total dana yang dihimpun, 51% akan dialokasikan untuk pembelian mesin baru guna memperkuat dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Sementara itu, 18% dana akan digunakan untuk memperkuat sistem logistik melalui otomatisasi agar operasional lebih efisien. Sisanya akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan pasar.
Langkah ekspansi ini dinilai strategis di tengah meningkatnya permintaan produk berbasis kelapa, baik di pasar domestik maupun internasional. INACO selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama di segmen jeli dan minuman kelapa, dengan jaringan distribusi yang luas. Dengan tambahan mesin baru, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan yang terus bertumbuh.
Bagi investor Indonesia, IPO JELI menawarkan peluang untuk berinvestasi di sektor konsumen yang stabil. Apalagi, perusahaan telah membuktikan ketahanannya selama 35 tahun beroperasi. Namun, investor perlu mencermati prospek bisnis ke depan, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di industri makanan dan minuman. Dengan rencana penggunaan dana yang jelas, JELI optimistis dapat memperkuat posisinya dan memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham.
Ke depan, keberhasilan IPO ini akan menjadi ujian bagi minat pasar terhadap saham sektor konsumen di tengah dinamika ekonomi global. Apakah target dana Rp392 miliar akan tercapai dan bagaimana realisasi ekspansi pasca-IPO akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar.


