Deniz Undav, 'Babi Hutan' yang Menjinakkan Gajah dan Mengantar Jerman ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Dua gol Deniz Undav membalikkan ketertinggalan Jerman atas Pantai Gading, memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Julian Nagelsmann memuji insting mencetak gol Undav yang menjadi pembeda saat Jerman kesulitan menghadapi fisik lawan.
- Dengan torehan tiga gol dan dua assist, Undav menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak di Piala Dunia sejauh ini.

Dua gol penentu dari Deniz Undav mengamankan tiket Jerman ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading di laga kedua Grup E, Selasa (16/6) dini hari WIB. Penyerang VfB Stuttgart yang dijuluki "Babi Hutan" itu menjadi pembeda saat Jerman nyaris tergelincir oleh kekuatan fisik lawan.
Setelah menghancurkan Curaçao 7-1 di laga perdana, Jerman mendapati lawan yang jauh lebih tangguh. Pantai Gading, yang dijuluki Les Éléphants, tampil agresif dengan mengandalkan kecepatan dan postur tinggi. Bek Jerman Antonio Rüdiger bahkan menyebut para penyerang lawan sebagai "kereta ekspres" karena kecepatan lari mereka. Joshua Kimmich gagal mengawal Yan Diomande dari RB Leipzig yang membuka skor untuk Pantai Gading.
Jerman kesulitan menghadapi fisik pemain Pantai Gading yang rata-rata bertinggi 1,90 meter, seperti Franck Kessié, Ibrahim Sangaré, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, dan Wilfried Singo. Florian Wirtz dan Jamal Musiala, yang lincah namun kalah postur, kalah dalam duel-duel fisik. Situasi ini membuat Jerman tertinggal hingga babak kedua berjalan.
Pelatih Julian Nagelsmann kemudian memasukkan Undav pada menit ke-60. Keputusan itu langsung mengubah permainan. Undav mencetak gol penyeimbang pada menit ke-72, lalu pada menit ke-90+2 ia menunjukkan sentuhan pertama yang brilian dan tendangan keras yang tak mampu dihalau kiper Yahia Fofana. "Itulah yang kami butuhkan. Sebelumnya kami hanya bermain di pinggir. Dengan dia, kami punya daya gedor lebih. Dia striker alami," ujar Nagelsmann usai pertandingan.
Bek Jonathan Tah juga memuji rekan setimnya. "Deniz pantas mendapat sorotan khusus hari ini. Luar biasa," katanya. Legenda Jerman Thomas Müller, yang mencetak 10 gol di Piala Dunia, menambahkan, "Dia punya kualitas luar biasa. Tidak semua pemain di tim ini bisa mencetak gol seperti gol terakhirnya."
Undav sendiri mengakui performanya sedang on fire. "Banyak hal berjalan baik sekarang. Saya sedang menikmati momen ini," katanya. Nagelsmann pun mengisyaratkan bahwa Undav bisa menjadi starter di laga-laga berikutnya. "Itu sangat mungkin terjadi," ujarnya.
Bagi Jerman, kelolosan ke babak 32 besar menjadi pelepas dahaga setelah performa inkonsisten di turnamen-turnamen sebelumnya. Kehadiran Undav memberikan dimensi baru di lini depan yang selama ini bergantung pada Wirtz dan Musiala. Dengan fisik kuat dan naluri mencetak gol tajam, Undav menjadi opsi yang sulit diabaikan Nagelsmann ke depannya.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Undav mempertahankan ketajamannya saat Jerman menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh di babak gugur? Jika ia terus tampil seperti ini, bukan tidak mungkin Jerman kembali menjadi kandidat juara.



