IPO Jio Platforms: Uji Nyali Pasar Modal India di Tengah Volatilitas
Baca dalam 60 detik
- Jio Platforms, unit telekomunikasi Reliance Industries, mengumumkan rencana IPO yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar di India dengan target dana sekitar US$4 miliar.
- Langkah ini dinilai sebagai barometer minat investor terhadap penawaran saham baru setelah pasar saham India mengalami gejolak dalam beberapa bulan terakhir.
- Kesuksesan IPO Jio berpotensi mendorong sentimen positif di pasar modal India dan membuka jalan bagi perusahaan teknologi lain untuk melantai.

Jio Platforms, anak usaha telekomunikasi milik miliarder Mukesh Ambani, resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana (IPO) yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal India. Langkah ini menjadi ujian bagi minat investor di tengah volatilitas pasar saham yang masih berlangsung.
Dalam rapat umum pemegang saham tahunan Reliance Industries, Jumat (28/8), Ambani mengungkapkan bahwa dewan direksi telah menyetujui draf prospektus IPO. Menurut laporan media, operator telekomunikasi terbesar India dengan lebih dari 500 juta pelanggan itu diperkirakan akan mengumpulkan dana sekitar US$4 miliar.
โIPO Jio akan menunjukkan kepada dunia bahwa India mampu membangun perusahaan teknologi berskala global, berkapabilitas global, dan bernilai global,โ ujar Ambani, yang juga termasuk orang terkaya di dunia.
Sejak diluncurkan pada 2016, Jio telah menggebrak sektor telekomunikasi India dengan paket data murah, berhasil menggaet jutaan pengguna dalam waktu singkat. Perusahaan kemudian berekspansi ke komputasi awan, layanan perusahaan, dan kecerdasan buatan (AI). Tahun lalu, Jio dan pesaingnya Bharti Airtel masing-masing menandatangani kesepakatan dengan SpaceX milik Elon Musk untuk menghadirkan layanan internet Starlink di India.
IPO ini menjadi momen yang dinanti setelah Ambani tahun lalu menyatakan bahwa Jio akan melantai pada paruh pertama 2026. Pengumuman ini muncul sehari setelah Bursa Efek Nasional (NSE) India mengajukan dokumen untuk IPO-nya yang telah lama ditunggu, menambah momentum di pasar modal India. Bersama-sama, IPO Jio dan NSE diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, menyaingi IPO Hyundai Motor India senilai US$3,3 miliar dua tahun lalu.
Investor dan analis mencermati IPO Jio sebagai indikator selera pasar terhadap penawaran saham baru setelah terjadi perlambatan dalam beberapa waktu terakhir. Kesuksesan IPO ini diyakini dapat meningkatkan sentimen di pasar IPO India. โIPO Jio akan menjadi tolok ukur penting bagi pasar modal India,โ kata seorang analis yang enggan disebutkan namanya.
Di luar telekomunikasi, Jio telah memperluas ambisinya ke AI dan infrastruktur digital. Awal bulan ini, Meta mengumumkan akan menyewa kapasitas di pusat data bertenaga AI yang sedang dibangun Reliance di Gujarat, dengan kapasitas 168 megawatt. Kesepakatan ini memperkuat kemitraan yang dimulai pada 2020 ketika Meta menginvestasikan US$5,7 miliar di Jio. Kedua perusahaan juga berkolaborasi untuk membuat model AI sumber terbuka Meta lebih mudah diakses oleh bisnis dan pengembang India.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat pasar telekomunikasi dan digital Indonesia juga tengah bergerak dinamis. IPO Jio bisa menjadi preseden bagi perusahaan telekomunikasi dan teknologi di kawasan untuk memanfaatkan momentum pasar modal. Dengan valuasi yang mencapai US$180 miliar, Jio berpotensi menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi paling bernilai di dunia, sekaligus menegaskan posisi India sebagai pusat inovasi teknologi global.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah IPO Jio akan mampu menarik minat investor di tengah ketidakpastian ekonomi global, dan bagaimana dampaknya terhadap peta persaingan telekomunikasi dan AI di Asia?



