The Grinch 2: Saving Christmas Rilis September 2026, Siapkan Petualangan Kooperatif
Baca dalam 60 detik
- Outright Games dan Casual Brothers mengumumkan sekuel The Grinch yang akan hadir pada 18 September 2026.
- Game aksi-petualangan ini memungkinkan pemain solo atau kooperatif untuk mendekorasi pohon Natal bersama karakter ikonik.
- Rilis multi-platform menjangkau konsol generasi lama dan baru, termasuk PC dan Nintendo Switch.

Outright Games, penerbit yang dikenal dengan gim bertema keluarga, bersama pengembang Casual Brothers, secara resmi mengumumkan The Grinch 2: Saving Christmas yang dijadwalkan meluncur pada 18 September 2026. Gim ini akan tersedia di PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch, dan PC, menandai ekspansi waralaba ikonik Dr. Seuss ke ranah interaktif dengan pendekatan kooperatif.
Dalam gim ini, pemain akan memerankan karakter Grinch yang harus mencari berbagai ornamen untuk menciptakan pohon Natal paling indah bagi para Who. Tidak seperti sekuel pada umumnya, Saving Christmas mengusung genre aksi-petualangan dengan beragam gadget yang bisa digunakan. Yang menarik, gim ini mendukung mode kooperatif lokal, memungkinkan dua pemain menyelesaikan misi bersama โ sebuah fitur yang jarang ditemui di gim berlisensi film atau buku anak-anak.
Keputusan merilis gim ini di akhir September, bukan menjelang Desember, menjadi strategi yang tidak biasa. Biasanya gim bertema Natal dirilis pada kuartal keempat untuk menangkap momentum liburan. Namun, dengan jadwal September, Outright Games tampaknya ingin menghindari persaingan ketat dengan judul-judul besar yang biasanya membanjiri pasar pada November-Desember. Langkah ini juga memberi waktu bagi pemain untuk menikmati gim sebelum musim perayaan tiba.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran gim ini patut dicermati. Meskipun karakter Grinch cukup dikenal melalui film adaptasi, popularitas waralaba ini di Indonesia tidak setinggi properti Disney atau Marvel. Namun, tren gim kooperatif lokal di Indonesia sedang meningkat, terutama di kalangan keluarga muda yang mencari hiburan bersama. Jika Outright Games menyediakan opsi bahasa Indonesia atau teks terjemahan, potensi penerimaan bisa lebih besar. Sayangnya, belum ada informasi mengenai dukungan bahasa lokal.
Dari sisi teknis, gim ini akan memanfaatkan kemampuan konsol generasi terbaru seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X|S, meskipun juga tersedia di platform lama. Casual Brothers, yang sebelumnya menggarap gim bertema anak-anak, diharapkan mampu menghadirkan visual yang cerah dan mekanisme yang ramah untuk segala usia. Namun, tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara kesederhanaan gameplay dan kedalaman yang cukup untuk mempertahankan minat pemain dewasa.
Pertanyaan yang muncul: apakah The Grinch 2: Saving Christmas akan menjadi sekuel yang layak atau sekadar gim musiman yang cepat dilupakan? Dengan perilisan yang masih dua tahun lagi, penggemar harus bersabar menanti informasi lebih lanjut. Yang jelas, Outright Games berani mengambil risiko dengan merilis gim ini di luar musim liburan, sebuah strategi yang bisa menjadi bumerang atau justru membuka ceruk pasar baru.



