Ben Stiller Garap Film Dokumenter New York Knicks: Kisah dari Era 90-an hingga Juara NBA
Baca dalam 60 detik
- Aktor dan sutradara Ben Stiller mengumumkan proyek dokumenter multi-bagian tentang tim basket New York Knicks untuk HBO, bekerja sama dengan A24, Madison Square Garden, dan NBA.
- Serial ini tidak hanya menyoroti musim kejayaan terbaru Knicks yang berakhir dengan gelar juara NBA pertama dalam 53 tahun, tetapi juga menelusuri sejarah panjang franchise dari era 1990-an.
- Dokumenter yang sudah mulai syuting sejak sebelum playoff ini dijadwalkan tayang dalam setahun ke depan, dengan akses eksklusif dan wawancara dengan pemain kunci.

Ben Stiller, aktor yang dikenal lewat film Night at the Museum, resmi mengumumkan bahwa ia sedang menggarap serial dokumenter tentang tim basket kesayangannya, New York Knicks. Proyek ini digarap bersama rumah produksi A24 untuk jaringan HBO, dengan dukungan penuh dari Madison Square Garden (MSG) dan NBA. Pengumuman tersebut disampaikan Stiller dalam podcast Roommates Show yang dibawakan oleh pemain Knicks, Jalen Brunson dan Josh Hart.
Stiller mengaku bahwa kebiasaannya yang sering terlihat sibuk dengan ponsel saat duduk di pinggir lapangan selama NBA Finals ternyata bukan sekadar iseng. "Saya sangat bersemangat mengumumkan bahwa kami secara resmi membuat dokumenter tentang New York Knicks untuk HBO, bekerja sama dengan A24 dan dukungan resmi dari MSG serta NBA," ujarnya. Proyek ini akan terdiri dari beberapa bagian, sebagaimana dilaporkan oleh The Hollywood Reporter.
Yang menarik, dokumenter ini tidak hanya berfokus pada kesuksesan terbaru Knicks yang berhasil meraih gelar juara NBA pertama mereka dalam 53 tahun. Stiller menegaskan bahwa serial ini akan merangkum seluruh era Knicks, mulai dari tahun 1990-an hingga momen bersejarah yang membawa kembali kejayaan ke New York. "Ini adalah puncak dari sesuatu yang sudah berlangsung lama. Sangat menarik," kata Stiller.
Bagi penggemar bola basket di Indonesia, dokumenter ini bisa menjadi tontonan wajib. Knicks, meskipun bukan tim dengan basis penggemar terbesar di Tanah Air, memiliki daya tarik historis yang kuatโterutama bagi mereka yang mengikuti era Patrick Ewing, John Starks, hingga Latrell Sprewell. Kisah perjuangan Knicks yang panjang tanpa gelar, lalu akhirnya kembali ke puncak, menawarkan narasi olahraga yang universal: kesetiaan, kegagalan, dan kebangkitan.
Stiller, yang mengaku sebagai penggemar berat Knicks, menyebut proyek ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. "Saya tidak bisa lebih bersemangat lagi. Ini adalah proyek impian," ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak orang telah lama menginginkan dokumenter semacam ini. Dengan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya, penonton akan diajak menyelami sisi terdalam dari salah satu franchise paling ikonik dalam sejarah NBA.
Sinopsis resmi dari A24 menyebutkan bahwa serial ini akan "menelusuri keseluruhan perjalanan franchise dari tahun 1990-an hingga rekor tak terduga yang akhirnya mengembalikan gelar juara ke New York." Ditambah dengan rekaman eksklusif dan wawancara mendalam, dokumenter ini dijanjikan menjadi "pandangan definitif tentang salah satu kisah paling ikonik dalam basket."
Pertanyaan besarnya: akankah dokumenter ini mampu menangkap emosi dan kompleksitas perjalanan Knicks yang penuh liku? Atau justru akan menjadi sekadar nostalgia belaka? Dengan Stiller di balik kemudi dan dukungan penuh dari NBA, harapannya tentu tinggi. Yang jelas, bagi penggemar basket di mana pun, termasuk Indonesia, serial ini patut dinantikan.



