Austria Kalahkan Jordan di Laga Perdana Piala Dunia, Arnautovic Jadi Pahlawan
Baca dalam 60 detik
- Austria meraih kemenangan 3-1 atas Jordan pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026, dengan Marko Arnautovic mencetak satu gol dan memaksa satu gol bunuh diri.
- Jordan, yang tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia, memberikan perlawanan sengit dan sempat menyamakan kedudukan melalui gol indah Ali Olwan.
- Kemenangan ini menempatkan Austria di posisi kedua klasemen Grup J di bawah Argentina, yang sebelumnya mengalahkan Aljazair 3-0.

Austria memulai petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-1 atas Jordan, tim debutan yang tampil tanpa rasa gentar di Santa Clara, California, Selasa (16/6) waktu setempat. Gol penentu lahir dari aksi pemain pengganti Marko Arnautovic yang memaksa lawan mencetak gol bunuh diri dan mengeksekusi penalti di masa injury time.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Levi's itu menyajikan duel sengit sejak menit awal. Jordan, yang baru pertama kali menginjakkan kaki di panggung terbesar sepak bola dunia, tidak menunjukkan rasa gentar. Mereka justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang dipimpin oleh Mousa Al-Tamari dan Ali Olwan. Austria yang terakhir tampil di Piala Dunia 28 tahun lalu, sempat kewalahan menghadapi kecepatan para pemain sayap Jordan.
Austria unggul lebih dulu pada menit ke-21 melalui tembakan keras Romano Schmid dari luar kotak penalti yang melesat ke sudut atas gawang. Namun, Jordan tidak menyerah. Lima menit setelah turun minum, Olwan menyamakan kedudukan dengan sebuah tendangan melengkung indah yang mengenai tiang jauh sebelum masuk ke gawang. Gol tersebut memicu euforia di kubu pendukung Jordan yang hadir di stadion.
Kehadiran Arnautovic yang dimasukkan pada babak kedua menjadi titik balik. Pemain berusia 37 tahun itu langsung memberikan tekanan pada lini belakang Jordan. Pada menit ke-76, umpan silang Marcel Sabitzer mengenai Yazan Al Arab dan masuk ke gawang sendiri. Austria sempat mencetak gol melalui Arnautovic, tetapi dianulir VAR karena handball Stefan Posch. Namun, di masa injury time yang panjang, Arnautovic sukses mengeksekusi penalti setelah pelanggaran terhadap dirinya sendiri. Wasit memberikan tambahan waktu 12 menit, dan Arnautovic menjadi eksekutor yang dingin.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, mengakui pertandingan berjalan sangat sulit. "Jordan melakukan pekerjaan luar biasa. Mereka membuat kami kesulitan. Pada babak kedua, kami mulai menguasai permainan, tetapi hasil akhirnya kami pantas menang, meskipun sangat berat," ujarnya. Gelandang Austria, Konrad Laimer, menekankan pentingnya mentalitas tim. "Kami tahu ini akan sulit. Yang penting adalah mentalitas seluruh tim. Kami tidak pernah menyerah dan akhirnya keluar sebagai pemenang."
Bagi Jordan, kekalahan ini terasa pahit. Ali Olwan, pencetak gol semata wayang mereka, merasa timnya layak mendapatkan hasil lebih. "Kami tidak pantas kalah di penampilan perdana Piala Dunia. Ini partisipasi bersejarah bagi kami. Kami masih punya dua pertandingan ke depan, dan berdasarkan apa yang saya lihat hari ini, kami mampu lolos," tegasnya. Jordan akan menghadapi Aljazair pada laga berikutnya, sementara Austria akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina pada 22 Juni.
Hasil ini menempatkan Austria di posisi kedua Grup J di bawah Argentina yang sebelumnya menekuk Aljazair 3-0. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana tim non-unggulan seperti Jordan mampu merepotkan tim Eropa. Ini menjadi pengingat bahwa Piala Dunia selalu penuh kejutan, dan tim Asia seperti Indonesia yang bermimpi tampil di ajang serupa bisa belajar dari kegigihan Jordan.



