Bea Cukai Apapa Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Obat Kadaluwarsa Senilai Rp12,7 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Petugas gabungan Bea Cukai dan BNN Nigeria menyita 1,81 ton ganja jenis Canadian Loud serta obat-obatan kedaluwarsa di Pelabuhan Apapa, Lagos.
- Nilai barang selundupan mencapai Rp12,7 miliar, dengan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa sejak 2021 direncanakan untuk diedarkan ulang.
- Penggunaan teknologi pemindaian canggih dan pertukaran intelijen menjadi kunci penggagalan modus penyelundupan yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Bea Cukai Nigeria (NCS) melalui Komando Area Apapa berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,81 ton ganja jenis Canadian Loud dan obat-obatan kedaluwarsa senilai Rp12,7 miliar di Pelabuhan Apapa, Lagos, pada Senin lalu. Pengungkapan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan penyelundupan yang selama ini memanfaatkan celah pelabuhan tersibuk di Nigeria tersebut.
Komandan Bea Cukai Apapa, Emmanuel Oshoba, mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja sama erat dengan Badan Penegakan Hukum Narkoba Nasional (NDLEA) yang ditempatkan di pelabuhan. Menurut Oshoba, pengintaian dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang dapat dipercaya, dipadukan dengan penggunaan alat penilaian risiko canggih oleh petugas Bea Cukai. โKami berhasil mengamankan satu kontainer 40 kaki bernomor CAAU7569127 yang berisi ganja dalam jumlah besar,โ ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa, 16 Juni 2026.
Selain ganja, petugas juga menemukan dua kontainer berisi produk farmasi kedaluwarsa yang disembunyikan secara sengaja. Pemeriksaan fisik menunjukkan obat-obatan tersebut telah melewati masa berlaku sejak 2021, 2022, dan 2023. Oshoba menegaskan bahwa para importir berencana mengganti label obat kedaluwarsa itu dan memasarkannya kembali ke publik Nigeria. โJika produk berbahaya ini beredar, akan menimbulkan risiko kesehatan serius bagi konsumen yang tidak menaruh curiga,โ tegasnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Kepala Bea Cukai, Bashir Adeniyi, yang secara konsisten memberikan pelatihan berkelanjutan bagi para petugas. Oshoba mengapresiasi program pelatihan tersebut yang dinilai telah meningkatkan kemampuan operasional di lapangan. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Bea Cukai dan NDLEA, yang terbukti mampu meningkatkan deteksi barang terlarang di Pelabuhan Apapa. Teknologi pemindaian mutakhir dan sistem profilasi menjadi andalan dalam menandai kontainer mencurigakan untuk diperiksa lebih lanjut.
Penyelundupan ganja dan obat kedaluwarsa ini menjadi peringatan bagi Nigeria yang tengah bergulat dengan peredaran narkoba dan obat palsu. Canadian Loud, strain ganja dengan potensi tinggi, menjadi komoditas ilegal yang banyak diminati di pasar gelap Nigeria. Sementara itu, obat kedaluwarsa yang diselundupkan mengancam sistem kesehatan yang sudah rapuh. Oshoba menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus meningkatkan kewaspadaan dan menindak tegas setiap upaya penyelundupan. โKami tidak akan memberi ruang bagi para penyelundup,โ ujarnya.
Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi para importir, agen pengiriman, dan kaki tangan lainnya yang terlibat. Mereka akan diadili berdasarkan hukum yang berlaku. Bea Cukai Nigeria kembali menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap penyelundupan dan mengimbau para pedagang sah untuk mematuhi regulasi impor guna menghindari sanksi berat. Pertanyaannya, apakah pengungkapan ini cukup untuk memutus rantai penyelundupan di pelabuhan utama Nigeria, atau justru akan mendorong para pelaku untuk mencari modus baru yang lebih canggih?



