Pramono Anung Gaet Singapura: Jakarta Siapkan Lompatan Menuju Kota Global
Baca dalam 60 detik
- Gubernur DKI Jakarta bertemu dua menteri Singapura untuk memperkuat kerja sama di bidang investasi, transportasi publik, dan tata kelola perkotaan.
- Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi Jakarta mengejar status kota global, dengan target bukan sekadar peringkat tetapi dampak nyata bagi warga.
- Singapura, yang memiliki lebih dari 200 penerbangan mingguan ke Jakarta, dipandang sebagai mitra strategis untuk mempercepat transformasi ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memanfaatkan forum RISING Fellowship di Singapura pada 14-15 Juni 2026 untuk merajut kembali kemitraan strategis dengan negeri jiran. Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Nasional Chee Hong Tat dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Pramono membawa agenda ambisius: mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global yang layak huni dan kompetitif.
Pembahasan tidak hanya berputar pada angka investasi, melainkan menyentuh fondasi perkotaan. Mulai dari pengembangan kawasan berbasis transportasi publik, regenerasi ruang kota, hingga peningkatan kapasitas aparatur sipil. Pramono menilai Singapura bukan sekadar mitra dagang, melainkan laboratorium tata kelola kota yang berhasil mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan kualitas hidup warganya.
โJakarta sedang menyiapkan lompatan baru menjelang usia 500 tahun. Untuk itu, kami membutuhkan lebih banyak kemitraan strategis dan investasi yang mampu mempercepat transformasi kota,โ ujar Pramono dalam pernyataan resmi yang diterima media.
Menanggapi inisiatif tersebut, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyambut hangat. Ia menyebut Jakarta sebagai kota dengan energi dan dinamika yang luar biasa. โLebih dari 200 layanan penerbangan setiap pekan menghubungkan Singapura dan Jakarta, mencerminkan kehangatan serta kedekatan hubungan antarmasyarakat,โ katanya. Diskusi kedua tokoh juga merambah potensi kerja sama di bidang tata kelola perkotaan dan keberlanjutan.
Sementara itu, pertemuan dengan Chee Hong Tat lebih spesifik membahas pengembangan kota yang terintegrasi dengan transportasi publik. Pramono menekankan bahwa target Jakarta bukan sekadar mengejar peringkat global, melainkan memastikan setiap investasi dan proyek pembangunan benar-benar membuat hidup warga lebih mudah, nyaman, dan produktif. โYang lebih penting adalah memastikan investasi, transportasi publik, dan pembangunan kawasan benar-benar membuat hidup warga Jakarta menjadi lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih produktif,โ paparnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Jakarta untuk memperluas kemitraan global dan menarik investasi berkualitas. Di tengah persaingan kota-kota Asia Tenggara, Jakarta berusaha memposisikan diri sebagai destinasi investasi yang tidak hanya menawarkan pasar besar, tetapi juga tata kelola yang modern dan berkelanjutan. Pertanyaan yang kini mengemuka: sejauh mana komitmen Singapura akan diterjemahkan dalam proyek nyata di lapangan, dan apakah Jakarta mampu mengejar ketertinggalan infrastruktur untuk mewujudkan visi kota global tersebut?



